Peminatan akseptor KB terhadap penggunaan KB IUDmasih terhitung rendah di bandingkan dengan alat kontrasepsi jenis pil dan suntik. Bidan menjadi salah satu konselor KB yang terdepanuntuk menjelaskan, serta membantu dalam pemilihan alat kontrasepsi yang tepatuntukakseptorKB. Tujuan : Untuk menganalisis pengaruh Konseling Bidan Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Minat Menjadi Akseptor KB IUD di Praktik Mandiri Bidan Jakarta Timur. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre-experimental one group pretest-posttest design. Bertempat di PMB Bidan B pada bulan Agustus-Oktober 2021. Sampel dihitung menggunakan teknik Accidental Sampling sebanyak 84 orang. Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan T-Test Indpendent. Jumlah responden berdasarkan pengetahuan sebelum diberikan konseling sebesar 88.1% memiliki pengetahuan kurang, sebesar 11.9% memiliki pengetahuan cukup. Responden berdasarkan pengatahuan setelah diberikan konseling sebesar 64.3% berpengetahuan baik, sebesar 35.7% berpengetahuan cukup. Jumlah responden berdasarkan minat sebelum diberikan konseling sebesar 61.9% tidak berminat dan 38.1% responden berminat. Responden berdasarkan minat setelah diberikan konseling sebesar 95.2% minat menjadi akseptor KB IUD, dan 4.8% tidak berminat. Rata-rata pengetahuan responden berdasarkan hasil pre dan post test dengan P Value 0.000 maka disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan responden pada pre test dan post test. Berdasar atas hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konseling bidan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan dan minat menjadi akseptor KB IUD. Pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian dengan mengukur efektifitas pemakaian KB IUD.  Kata Kunci : Konseling,Pengetahuan,minat,IUD,danakseptor.
Copyrights © 2023