Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya kesinambungan pembinaan iman remaja di Jemaat GMIM Musafir Kleak, yang mengakibatkan lemahnya karakter rohani dan kurangnya keteguhan dalam menghadapi tantangan zaman. Pertanyaan utama yang diangkat ialah bagaimana pemuridan dalam perspektif Dietrich Bonhoeffer dapat menjadi strategi pembinaan iman remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara dan pengamatan terhadap pendeta, komisi remaja, pembina, dan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep “anugerah mahal” Bonhoeffer sangat relevan dalam menegaskan pentingnya pemuridan yang menuntut komitmen, relasi pribadi dengan Kristus, serta keterlibatan aktif komunitas gereja. Pemuridan bukan hanya proses pengajaran, tetapi transformasi hidup yang nyata. Oleh karena itu, diperlukan sistem pemuridan yang kontekstual, berkelanjutan, dan berorientasi pada pertumbuhan iman serta pembentukan karakter remaja.
Copyrights © 2025