Postmodernisme, dengan fokusnya pada subjektivitas, pluralitas, dan relativisme, telah menyebabkan munculnya kritik ideologi dalam studi sastra. Jenis kritik ini menekankan peran ideologi dalam interpretasi teks dan mengeksplorasi isuisu sosial, politik, dan budaya yang tercermin dalam sastra. Kritik ini berusaha untuk memperluas perspektif dan menyoroti bagaimana karya sastra mencerminkan dan mempengaruhi realitas masyarakat. Kritik ideologis bertujuan untuk mempromosikan inklusivitas dan keadilan dalam sastra, namun seringkali bersifat subjektif, karena cenderung mencerminkan pandangan penafsir daripada maksud asli penulis, yang mengarah pada potensi distorsi. Penelitian ini menguji validitas hermeneutika dekonstruksional Jacques Derrida dan kontribusinya terhadap pemikiran teologi kontemporer, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan penelitian kepustakaan.
Copyrights © 2024