ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1996: HARIAN BERITA NASIONAL

MENGKLARIFIKASI WEWENANG BP3

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2010

Abstract

       Membayar sekolah makin lama makin mahal!  Demikian keluhan dari sementara orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya dikarenakan alasan beaya.  Ternyata keluhan ini juga dirasakan oleh orang tua yang mampu menyekolahkan anaknya; bukan saja orang tua yang anaknya belajar di sekolah swasta akan tetapi juga oleh sebagian orang tua yang anaknya belajar di sekolah negeri.       Baru-baru ini banyak orang tua di Jakarta mengeluh karena untuk menyekolahkan anaknya di SMU Negeri harus membayar iuran jutaan rupiah;jumlah ini ada yang resmi karena dipungut langsung oleh pihak sekolah tetapi ada yang tidak resmi karena dipungut oleh broker yang memanfaatkan peluang. Mulanya beberapa kepala SMU Negeri meng-ambil inisiatif dengan menarik iuran pendidikan dari orang tua secara nonkonvensional. Maksudnya baik; dengan iuran yang tinggi pelayan-an akan ditingkatkan sehingga kualitas lulusan dapat dipacu. Ternyata masyarakat belum menerima inisiatif ini.  Di sisi lain ada pula oknum tertentu yang menarik dana tinggi dari orang tua untuk memasukkan anaknya di sekolah tertentu. Ini sudah "budaya" kata orang.       Soal besarnya iuran  yang dirasa memberatkan orang tua tersebut oleh masyarakat dinilai sebagai hal yang tidak wajar; dengan demikian menjadi wajar bila para petinggi departemen pendidikan,  dari Kepala Kanwil Depdikbud, Dirjen Dikdasmen Depdikbud, sampai Mendikbud sendiri harus turun tangan. Pak Achmadi selaku direktur jenderal Dik-dasmen merasa perlu memberi penjelasan kepada masyarakat melalui media cetak,  sementara itu Pak Wardiman selaku menteri pendidikan dengan suka rela memberikan penjelasan melalui media televisi.       Apakah dengan penjelasan tersebut lalu menjadi tuntas? Mungkin ya, akan tetapi ada keluhan lain dari sementara orang tua siswa yang sampai kini belum tuntas.  Keluhan itu berkisar pada besarnya tarikan sumbangan BP3 pada banyak sekolah di Indonesia ini.

Copyrights © 1996