ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1997: MAJALAH PUSARA

MENELUSURI KONSEPSI KI HADJAR DEWANTARA TENTANG KEBUDAYAAN NASIONAL

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 May 2010

Abstract

       Sebagai  lembaga kebudayaan  yang mempergunakan  pendidikan dalam arti luas sebagai medan kiprahnya wajarlah kalau Tamansiswa menyelenggarakan sarasehan secara nasional secara rutin. Sarasehan yang menghadirkan tokoh-tokoh nasional,  dari para menteri, pejabat, pimpinan partai politik, dosen, guru, mahasiswa, pakar, "pedagang" sampai dengan para praktisi budaya itu sendiri membahas berbagai hal yang berkait dengan perkembangan kebudayaan nasional kita. Hadir-nya banyak orang dari berbagai profesi menambah bobot diskusi; dan apalagi kebudayaan itu sendiri mengandung banyak unsur antara lain politik, teknologi, pendidikan, hukum, sosial, kesenian, dsb.        Sekarang ini rutinitas tersebut  sudah memasuki tahun yang kese-puluh; itulah sebabnya sarasehan yang dilaksanakan tanggal 19 dan 20 September 1997 merupakan sarasehan kebudayaan yang kesepuluh.       Menghubungkan konsepsi kebudayaan nasional  dengan nama  Ki Hadjar Dewantara kiranya memang tidak mengada-ada. Hal ini bukan semata-mata disebabkan oleh karena Ki Hadjar pernah mendapatkan gelar doktor honoris causa (Dr. Hc.)  dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1956 karena jasanya yang besar di bidang kebudayaan dan konsepsi kebudayaannya yang "mengindonesia"; akan tetapi sosok Ki Hadjar memang benar-benar menggambarkan sosok manusia Indonesia yang gigih dan mempunyai  komitmen yang tinggi terhadap kebudayaan nasional kita.       Sejak mudanya Ki Hadjar  telah banyak mengekspresi pemikiran-pemikiran atau konsep-konsep kebudayaannya melalui berbagai media massa kala itu;  katakanlah misalnya melalui media Wasita, Keloearga Poetera, Hindia Poetera, Poesara, dan sebagainya. Dari tulisan-tulisan Ki Hadjar dalam berbagai media tersebut memang nampak betapa tingginya komitmen tersebut.

Copyrights © 1997