Sekitar seperempat abad yang lalu, seorang futurolog Daniel Bell dalam bukunya "The Coming of Post Industrial Society" (1976) membuat klasifikasi masyarakat berdasar tingkat kemajuannya; yaitu dari masyarakat yang sama sekali belum maju sampai dengan masya-rakat yang amat maju. Secara jelas Bell mengklasifikasi masyarakat menjadi tiga kelompok; masing-masing ialah masyarakat pra industri (pre industrial society), masyarakat industri (industrial society), dan masyarakat pasca industri (post industrial society).        Beberapa cirikhas masyarakat praindustri adalah penguasaan teknologi yang lemah sehingga kehidupannya banyak bertumpu pada sektor tradisional; cirikhas masyarakat industri adalah dikuasainya teknologi untuk mendapatkan benefit bagi kehidupannya; sementara itu cirikhas masyarakat pasca industri adalah diciptakannya tekno-logi untuk membangun kehidupan diri dan lingkungannya.        Lebih lanjut Bell menyatakan, apabila kehidupan masyarakat praindustri lebih mengandalkan kepada tanah pertanian dan perkebunan, maka masyarakat industri lebih mengandalkan kepada per-usahaan dan mesin-mesin produksi; sementara itu masyarakat pasca industri lebih kepada jasa intelektual.        Apa yang dinyatakan oleh Bell tersebut menunjukkan kepada kita bahwa penguasaan teknologi bukan saja telah mengubah pola dan sistem kehidupan manusia secara individu; akan tetapi sanggup merombak pola dan sistem kehidupan manusia secara berkelompok, yang dalam hal ini adalah masyarakat dan bangsa. Penguasaan tek-nologi telah menjadi tantangan, bahkan tuntutan bagi setiap bangsa di dunia ini.
Copyrights © 2001