ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

ASPIRASI PENDIDIKAN MASYARAKAT MAKIN KRITIS

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Apr 2010

Abstract

       Ini sungguh-sungguh terjadi; calon mahasiswa baru yang sudah dinyatakan diterima pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternyata tak mendaftar ulang (her-registrasi) sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan sehingga terjadilah "misteri" kursi kosong yang tidak terisi oleh mahasiswa. Akibatnya hak untuk menjadi civitas akademika PTN menjadi hilang serta tidak berlaku lagi. Peristiwa semacam ini tentu patut disayangkan mengingat kompetisi masuk PTN itu sendiri relatif sangat ketat; dalam beberapa tahun terakhir ini tiap satu kursi kuliah pada PTN saling diperebutkan oleh enam atau tujuh kandidat.          Kursi kosong tersebut terjadi hampir untuk semua program studi pada PTN,tak terkecuali program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Karena program ini juga diselenggarakan oleh beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) maka PTS penyelenggara program PGSD juga tak luput dari fenomena akademik kursi kosong.          Fenomena akademik seperti tersebut di atas sebe-narnya tidak hanya terjadi kali ini saja karena semenjak beberapa tahun yang lalu masalah kursi kosong sudah mun-cul pada beberapa PTN di negara kita, hanya saja persen-tasenya tidaklah "sehebat" kali ini. Jumlah kursi kosong PTN kali benar-benar "luar biasa"; ada PTN yang angkanya mencapai 10%, artinya sepersepuluh dari calon mahasiswa baru yang dinyatakan diterima tidak her-registrasi.Lebih daripada itu ada juga PTN yang jumlah kursi kosongnya relatif sangat tinggi, lebih dari 17%.

Copyrights © 1992