Bila kita bisa membuat kategorisasi negara-negara di dunia ini dalam dua kelompok, ialah "negara dinamis" yang dengan kekuatan teknologinya mampu mengantisipasi masa depan secara tajam dan berekspansi (techno-expanse) secara terprogram, serta "negara statis" dengan berbagai lilitan aspek tradisional bagi langkah-langkah antisipatif masyarakatnya; maka hampir seluruh negara di Benua Afrika akan masuk dalam kelompok negara yang terakhir.      Tentunya tidak ada maksud mendiskreditkan Afrika meski harus memasukkan negara-negara pada benua tersebut dalam kelompok "negara statis".      Di tengah negara-negara lain yang sedang gencar bereksperimentasi terhadap berbagai penemuan teknologi (komputer, senjata modern, pesawat ruang angkasa, dsb) maka masih banyak masyarakat Afrika yang mengasah tombak dan pedang untuk berebut "kapling" secara fisik. Hal ini merupakan potret kelesuan masyarakat Afrika pada umumnya di tengah-tengah munculnya masyarakat informasi yang ki-an nyata.      Bervareasinya karakteristik penduduk Afrika, baik dari dimensu adat, budaya, lambang status, kepercayaan, agama, dsb adalah merupakan salah satu faktor dominan yang menghambat kemajuan negara-negara di Afrika pada umumnya.
Copyrights © 1987