ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

PENDIDIKAN INDONESIA DI MASA KRISIS

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 May 2010

Abstract

Melihat titel laporan preliminari Bank Dunia tentang pelaksanaan pendidikan di Indonesia yang baru saja dipublikasikan,  Education in Indonesia : From Crisis to Recovery (1998),  banyak orang yang tertegun dan ingin membacanya.  Dengan melihat judulnya saja,  yang mengandung kata-kata krisis,  orang sudah penasaran ingin membaca sesungguhnya apa yang terjadi dalam pendidikan di Indonesia ketika masyarakatnya harus berjuang hidup di tengah-tengah masa krisis.      Nampaknya Bank Dunia memang pandai memilih judul; kata-kata "crisis" (krisis) di dalam judul itu memang sedikit bombastis. Tetapi justru kebombastisan itulah yang membuat penasaran (calon) pembacanya. Di dalam soal ini Bank Dunia memang jago.  Enam tahun lalu lembaga internasional ini mempublikasikan laporan yang bertitel The East Asian Miracle: Economic Growth and Public Policy (1993). Kata-kata "miracle" (ajaib) yang sedikit bombastis di dalam judul itu juga berhasil menarik minat banyak orang untuk membacanya.       Ternyata kemenarikan laporan Bank Dunia itu tidak sebatas pada judul.  Banyak bagian dari isi laporan itu yang menarik untuk disimak dan dicermati lebih lanjut.  Bagaimana Bank Dunia menilai mutu atau kualitas pendidikan di Indonesia cukup menarik disimak; belum lagi dengan komentar dan rekomendasi yang diajukan.  Lebih lanjut diurai pula dampak krisis nasional, khususnya krisis ekonomi, terhadap upa-ya-upaya untuk meningkatkan kualitas.  Sistem komparasi antarnegara yang dikembangkan, misalnya membandingkan durasi belajar siswa SD di Indonesia dengan siswa setingkat di negara-negara maju, cukup menarik untuk diikuti lebih lanjut.       Khususnya menyangkut dampak krisis ekonomi terhadap pelaksa-naan pendidikan di Indonesia, Bank Dunia memberikan penilaian yang tersendiri yang kiranya amat bermanfaat (usefull) dijadikan referensi dalam pembangunan pendidikan nasional di masa-masa mendatang.

Copyrights © 1999