Pendahuluan: Kebugaran jasmani merupakan indikator penting dalam mendukung kesehatan dan produktivitas pegawai, khususnya di lingkungan instansi kesehatan. Status gizi yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) berperan sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat kebugaran jasmani. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi IMT, tingkat kebugaran jasmani, serta menganalisis hubungan keduanya pada pegawai Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 pegawai yang dipilih dengan teknik total sampling. IMT diukur berdasarkan berat badan dan tinggi badan, sedangkan kebugaran jasmani diukur menggunakan Rockport Walking Test (VO₂Max). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas pegawai memiliki IMT kategori kurang (52,9%) dan tingkat kebugaran jasmani kategori normal (46,1%). Hasil uji Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMT dan kebugaran jasmani (p = 0,010) dengan arah korelasi negatif lemah (r = -0,254). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan tingkat kebugaran jasmani pegawai, di mana semakin tinggi IMT, maka kebugaran jasmani cenderung menurun. Dinas Kesehatan disarankan untuk mengembangkan program promosi kesehatan kerja melalui edukasi gizi, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
Copyrights © 2025