Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal. Penulisan pada artikel ini menggunakan metode kajian pustaka atau studi pustaka literatur, yaitu menggabungkan beberapa kutipan dari karya ilmiah yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tujuan pendidikan multikultural adalah: a) Pengembangan literasi etnis dan budaya pendidikan, b) Perkembangan pribadi dasar psikhologis pendidikan, c) Klarifikasi nilai dan sikap pendidikan, d) Kompetensi multikultural pendidikan, e) Kemampuan ketrampilan dasar. Pendidikan multikultural kearifan lokal Minangkabau dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain: a) Pendekatan pendidikan formal, yaitu melalui mata pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAM) di sekolah, b) Pendekatan pendidikan nonformal, yaitu melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti seni budaya, olahraga, dan kepramukaan, c) Pendekatan pendidikan informal, yaitu melalui keluarga dan lingkungan masyarakat. .Penerapan pendidikan multikultural kearifan lokal Minangkabau di sekolah yaitu: a) Guru dapat mengajarkan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau, b) Guru dapat mengajak peserta didik untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat memupuk rasa toleransi dan inklusif, dan c) Sekolah dapat mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mempromosikan keberagaman budaya dan agama.
Copyrights © 2024