Diabetes mellitus merupakan kondisi di mana tubuh gagal mengontrol kadar glukosa dalam darah. Penyakit ini terjadi karena tubuh tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup, sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula darah tetap tinggi dan dapat menyebabkan dampak serius bagi kesehatan pasien. Dalam upaya memahami dan menganalisis masalah ini secara lebih mendalam sistem klasifikasi yang akurat untuk mendeteksi penyakit ini, diperlukan pendekatan yang tepat, salah satunya melalui metode berbasis Machine Learning. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi klasifikasi pasien diabetes mellitus serta menentukan tingkat akurasi algoritma Support Vector Machine (SVM) dalam proses klasifikasi maka dari itu penelitian ini menggunakan dua jenis kernel yaitu kernel linear dan kernel Radial Basic Function (RBF). Data yang digunakan merupakan data sekunder dari 982 pasien di Puskesmas Gang Sehat, dengan variabel yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, tekanan darah sistole dan diastole, serta Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil menunjukkan bahwa kernel RBF memiliki akurasi lebih tinggi 80,2% dibandingkan kernel linear 77,8%, sehingga kernel RBF lebih efektif dalam menangani pola data pada penelitian ini.
Copyrights © 2025