Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia dan penyebab utama terjadinya kematian secara mendadak pada seseorang dengan penyakit kardiovaskular. Sampai saat ini penelitian terkait profil demografi dan pengobatan pada pasien SKA di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran demografi serta profil pengobatan dari SKA di salah satu rumah sakit di Tasikmalaya periode Januari 2021 sampai dengan Juni 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Berdasarkan penelitian ini diperoleh sebanyak 67 pasien dengan pasien terbanyak berjenis kelamin laki-laki (80,60%), usia 45-55 tahun (38,81%), tekanan darah <120/80 mmHg (35,82%), gejala nyeri dada (44,04%) dan riwayat penyakit edema paru (28,07%). STEMI menjadi jenis SKA terbanyak yang dialami (62.69%) dibandingkan dengan NSTEMI (11,94 %), dan UAP (25,37%), sedangkan profil pengobatan meliputi penggunaan fibrinolitik dengan obat-obatan lainya yang mendukung terapi SKA dengan penyakit penyerta lainya. STEMI, jenis kelamin laki-laki, gejala nyeri dada dan tekanan darah <120/80 mmHg mendominasi profil pasien SKA. Oksigen, dual terapi anti platelet, fibrinolitik, antikoagulan dan isdn paling banyak digunakan untuk tatalaksana NSTEMI dan UAP.
Copyrights © 2023