Salah satu kearifan lokal masyarakat Desa Punggur yaitu memanfaatkan sungai sebagai salah satu sumber mata pencaharian, yaitu melakukan budidaya berbagai tanaman disekitar sungai. Berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan dilakukan dengan cara policultur. Jenis tanaman yang paling dominan adalah jeruk kesam, tebu dan talas. Analisa potensi dan kelayakan tanaman tersebut perlu dilakukan agar terhindar dari kerugian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi ekonomi dan kelayakan usaha tanaman, khususnya jenis tanaman yang paling dominan dibudidayakan oleh masyarakat seperti Jeruk Kesam, Tebu, dan Talas. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analisis, dan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap sampel. Analisa data dilakukan dengan menghitung R/C ratio, B/C, Break Event Point (BEP), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya jeruk, tebu dan talas yaitu memperoleh nilai revenue R/C berturut turut adalah 1,06, 2,04 dan 1,58. Nilai Net B/C berturut-turut yaitu 0,9, 0,49 dan 0,6. Nilai BEP harga berturut-turut yaitu 42,2, 14,6 dan 15,2. Nilai BEP produksi diperoleh 60,66, 58,66 dan 63,33, dan nilai PP berturut-turut yaitu 15,2, 0,96 dan 1,72. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa budidaya tanaman jeruk kesam, tebu dan talas memiliki potensi dan kelayakan ekonomi sehingga layak dijalankan.
Copyrights © 2024