Strategi hedging Tiongkok dalam hubungannya dengan Iran dan Israel mencerminkan pendekatan pragmatis dan multidimensi untuk memaksimalkan kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang kompleks. Sebagai kekuatan global yang sedang naik daun, Tiongkok tidak hanya memprioritaskan stabilitas energi dan ekonomi, tetapi juga berusaha memperluas pengaruh politik tanpa terlibat langsung dalam konflik regional. Melalui strategi ini, Tiongkok membangun hubungan ekonomi dan politik yang seimbang dengan kedua negara yang saling bermusuhan untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu pihak sekaligus menjaga akses ke sumber daya dan pasar strategis. Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana pengaruh Tiongkok sebagai external power dengan menggunakan strategi hedging dalam mempengaruhi rivalitas geopolitik Iran dan Israel di kawasan Timur Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa Tiongkok memanfaatkan strategi hedging sebagai fleksibilitas diplomasi, sehingga memungkinkan Tiongkok untuk tidak berpihak kepada salah satu negara. Dengan begitu, Tiongkok dapat menjalin kerja sama bersama kedua negara dan mendapatkan keuntungan tanpa terlibat konflik secara langsung.
Copyrights © 2025