Ruang publik sebagai tempat dimana masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari atau bersifat temporal yang dapat mengikat suatu kelompok atau aktivitas sampingan lain yang secara fungsional berkaitan dengan publik. Dalam sebuah kota, layanan ruang publik yang berkualitas adalah layanan yang mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan kenyamanan. Mengingat hal tersebut, sangat penting untuk melakukan studi untuk meneliti karakteristik pengguna yang akan menjadi panduan bagi para perancang untuk menciptakan dan mengelola ruang publik yang sesuai dengan perilaku penduduk kota, sehingga dapat menghidupkan kembali ruang publik yang inklusif sebagai komponen penting kota. Penelitian ini menggunakan metode mix method, yang menggabungkan teknik penelitian kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian ini, sebanyak 320 responden tersebar di 4 (empat) ruang publik yaitu Taman Jomblo, Taman Arena Remaja, Taman Kongkow, dan PKK The Hok. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ruang publik tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh gender dengan mayoritas memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA dan perguruan tinggi yang juga secara langsung berhubungan dengan usia penggunanya. Pengunjung pada keempat taman memanfaatkan ruang terbuka tersebut untuk berkumpul bersama dan untuk beristirahat sejenak. Banyak pengunjung yang datang untuk pada sore hari untuk berkumpul bersama karena lokasi yang mudah diakses dan ditemukan dengan lama aktivitas rata-rata selama 31-60 menit.
Copyrights © 2024