cover
Contact Name
Ratih Novi Listyawati
Contact Email
ratihnovilistyawati@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
matrapolis.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37, Kampus Tegal Boto, Sumbersari, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MATRAPOLIS : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27458520     DOI : https://doi.org/10.19184/matrapolis
Core Subject : Social, Engineering,
The MATRAPOLIS journal is an open access journal with a specialty in the area of urban and regional planning. Matrapolis publishes two numbers in one volume every year, and all accepted manuscripts will be released worldwide. The topics and scopes of the Matrapolis Journal consist of five fields, including Housing and Settlements; Urban and Rural Infrastructure; Land Use; Economic Region; Conservation and preservation.
Articles 48 Documents
Strategi penanganan covid-19 berdasarkan penderkatan Analisis Pola Interaksi Spasial dan historical frame di Kabupaten Jember Ivan Agusta Farizkha; Cahyadi Setya Nugraha
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.197 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34537

Abstract

Kabupaten Jember termasuk kedalam salah satu wilayah dengan angka positif tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi angka penularan di Kabupaten Jember dari penerapan pembatasan masyarakat, pembatasan mobilitas, pembatasan jam malam, hingga vaksinasi yang terus digencarkan. Analisis interaksi wilayah dilakukan untuk mengetahui pola spasial penularan Covid-19 di Kabupaten Jember. Metode dalam analisis ini menggunakan model Gravitasi untuk mengidentifikasi interaksi penularan antar wilayah kecamatan dan pemetaan untuk menggambarkan pola interaksi penularan Covid-19 di Kabupaten Jember. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa episentrum penularan Covid-19 di Kabupaten Jember berada di wilayah kecamatan perkotaan Jember yaitu Kecamatan Kaliwates, Sumbersari, Patrang dan Ajung. Peningkatan kasus di wilayah episentrum akan berdampak langsung pada peningkatan kasus di Kecamatan Arjasa dan kemudian peningkatan kasus di Kecamatan Sukorambi. Adapun wilayah kecamatan lainnya juga akan mengalami peningkatan kasus secara merata tetapi tidak sebanyak wilayah episentrum dan turunan utamanya. Strategi yang dapat dilakukan untuk menekan angka penularan dari hasil analisis yang dilakukan terdiri dari: 1) Pembentukan tim taktis khusus guna deteksi dini; 2) Penerapan PPKM mikro; 3) Pembatasan mobilitas; 4) dan penyediaan fasilitas karantina di masing – masing kecamatan.
Presepsi Wisatawan Terhadap Daya Tarik Desa Kemiren Sebagai Desa Wisata Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) Khorina Dwi Disti Amalia; Nunung Nuring Hayati; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1615.928 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32096

Abstract

Desa wisata adalah desa dengan potensi dan daya tarik wisata yang unik, dipadukan dengan alam pedesaan dan kehidupan sosial budaya masyarakat, dikelola dan dikemas secara menarik serta didukung oleh pengembangan fasilitas penunjang pariwisata.RPJMD Kabupaten Banyuwangi tahun 2010-2015, pengembangan pariwisata menjadi salah satu prioritas unggulan untuk membangun perekonomian lokal contohnya desa wisata yang menjadi daya tarik pariwisata. Desa Kemiren merupakan desa wisata yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi.Semenjak program Banyuwangi Festival berlangsung,Desa Kemiren masuk kedalam salah satu agenda yang bertujuan mengenalkan Desa Wisata Osing Kemiren.Setelah adanya festival tahunan,jumlah wisatawan mengalami kena ikan secara signifikan pada tahun 2019 total pengunjung 18.436 jiwa.Namun,menurut salah satu pengelola Desa Wisata Osing hal tersebut tidak berdampak besar bagi pihak pemerintahan desa maupun masyarakat setempat sebagai pihak yang berperan mengembangkan desa wisata.Sehingga dalam upaya meningkatkan daya tarik wisata di Desa Kemiren sebagai desa wisata,perlu adanya rencana pengembangan yang didasarkan dengan empat komponen daya tarik wisata yaitu atraksi,aksesibilitas,amenitas dan pelayanan tambahan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presepsi wisatawan terhadap Desa Kemiren sebagai desa wisata dan menyusun ide pengembangan untuk meningkatkan daya tarik wisata Desa Kemiren sebagai desa wisata.Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dan analisis IPA(Importance Performance Analysis).Hasil pengolahan data pada penelitian menunjukkan tingkat kepuasan belum optimal,karena wisatawan belum merasa puas dengan komponen daya tarik wisata yang ada di kawasan Desa Wisata Osing.Pada diagram kartesisus menunjukkan bahwa kuadran I menjadi prioritas utama untuk penelitian ini menyusun ide pengembangan.Secara garis besar,rencana ide pengembangan pada kuadran I dengan peningkatan dan penyediaan variabel komponen daya tarik wisata yang kurang berdasarkan presepsi wisatawan.
Daur Ulang Air Limbah Domestik untuk Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh dengan Penggunaan Reaktor Biofilter Anaerob Aerob dan Pengolahan Lanjutan Cahyadi Setya Nugraha; Nugroho Chandra Wijaya; Wulida Putri Romadona; Hendi Rengga Akhsani; Dewi Rizqi Arrochimi
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.014 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19222

Abstract

RT 002, RW 003 Kelurahan Bataran, Kecamatan Patrang termasuk kawasan permukiman kumuh sesuai dengan SK Bupati Jember Nomor 188.45/ 338/1.12/ 2016 Tentang penetapan lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh Perkotaan di Kabupaten Jember. Salah satu upaya dalam penanganan permukiman kumuh di Kota Jember adalah dengan adanya Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan atau RP2KP-KP. Terdapat tiga rencana pembangunan yang diterapkan di RT 002, RW 003 Kelurahan Baratan yaitu perbaikan kondisi rumah, pembangunan TPS dan pembangunan MCK. Program pembangunan MCK yang telah dilaksanakan di RT 002 RW 003 Kelurahan Baratan pada kondisi eksistingnya tidak dapat digunakan oleh masyarakat ketika musim kemarau karena tidak adanya pasokan air. Pengguaan reaktor biofilter anaerob aerob dan pengolahan lanjutan dapat memenuhi kebutuhan air dalam program pembangunan MCK di Kelurahan Baratan. Metode dalam perencanaan ini dilakukan secara kuantitaitf dan kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan dengan menghitung kebutuhan air serta buangan limbah yang dihasilkan, sedangkan kualitatif dilakukan dengan studi literature terkait reaktor biofilter anaerob aerob dan pengolahan lanjutan serta dilanjutkan pada tahap implementasi desain serta strategi penerapanya. Reaktor anaerob aerob dan pengolahan lanjutan secara umum merupakan teknik daur ulang limbah domestik untuk dirubah menjadi air bersih sehingga dapat dimanfaatkan kembali. Hasil dari adanya pembahsan ini adalah berupa strategi progam yang ditangani oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya dan organisasi masyarakat setempat. Dengan adanya reaktor biofilter anaerob aerob dan pengolahan lanjutan pasokan air untuk keperluan MCK akan tetap terpenuhi sehingga program pembangunan MCK di RT 002 RW 003 dapat bermanfaat bagi masyarakat sehingga penganganan permukiman kumuh di Kota Jember dapat semakin berkualitas.
Penentuan Metode Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Kecamatan Pasirian, Lumajang Erlisa Rika Trispa Puspita Purwanto; Yeny Dhokhikah; Ratih Novi Listyawati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.351 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36644

Abstract

Pada kehidupan sehari-hari manusia melakukkan berbagai kegiatan yang menimbulkan limbah/sampah akibat dari kegiatan yang dilakukkan. Sampah jika dibiarkan menumpuk dan tidak dikelola akan berakibat negatif pada kondisi lingkungan, kondisi kesehatan manusia dan ekosistem. Kecamatan Pasirian memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Lumajang dan memiliki julukan sebagai Kota Kedua karena pembangunan perekonomian yang meningkat, sehingga berpotensi menjadi penyumbang sampah terbanyak. Berbagai macam upaya pemerintah untuk menekan timbulan sampah dan menciptakan lingkungan bersih diantaranya diberlakukkannya peraturan terkait pengelolaan sampah dan penerapan program bank sampah. Pola pengelolaan sampah Kecamatan Pasirian saat ini masih belum berjalan dengan optimal, karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, cakupan pelayanan yang belum menyentuh kawasan perdesaaan serta minimnya lembaga/organisasi yang mengangani persampahan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan memberikan rekomendasi penentuan alternatif metode pengelolaan sampah yang tepat untuk diterapkan dengan metode AHP. Dari hasil AHP dengan 30 responden didapatkan hasil alternatif metode pengelolaan yang tepat diterapkan ialah pengelolaan sampah skala rumah tangga (pemilahan & pengomposan) dilanjut pengelolaan sampah dengan konsep bank sampah, dengan bobot 0,336 lebih tinggi dari alternatif metode lainnya. Dari 3 kriteria, aspek lingkungan dianggap lebih penting untuk dipertimbangkan dalam menentukan metode pengelolaan sampah 0,610, sosial budaya 0,227 dan ekonomi 0,163. Dari 9 subkriteria yang menjadi prioritas untuk dipertimbangkan ialah potensi penyebaran penyakit akibat sampah dengan bobot 0,237.
Dampak Eksternalitas Pabrik Ikan terhadap Permukiman di Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar dengan Pendekatan Pembangunan Berkelanjutan Dewi Rizqi Arrochimi; Yeny Dhokhikah; Rendra Suprobo Aji
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.852 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34533

Abstract

Kabupaten Banyuwangi memiliki daerah penyumbang perikanan laut terbanyak yaitu Kecamatan Muncar. Hal tersebut mengakibatkan wilayah Kecamatan Muncar memiliki industri pabrik ikan terbanyak di Kabupaten Banyuwangi. Daerah di Kecamatan Muncar yang memiliki pabrik ikan terbanyak yaitu di Desa Kedungrejo. Namun secara eksisting pabrik ikan di Desa Kedungrejo berdampingan langsung dengan permukiman dan bertentangan dengan peraturan dan regulasi yang ada. Permukiman dengan pabrik ikan tidak dapat dipisahkan karena sebagian besar masyarakat sekitar berkerja dan bergantung pada pabrik ikan, sehingga terjadi tumpang tindih pemanfaatan ruang yang menyebabkan dampak eksternalitas. Diperlukan kajian untuk penanganan dari dampak eksternalitas tersebut. Penelitian ini menggunakan 3 tahap analisis yaitu menggunakan metode analisis wawancara semiterstruktur, analisis korelasi lalu analisis triangulasi. Hasil penelitian ini yaitu diketahui faktor penyebab dampak eksternalitas di Desa Kedungrejo akibat adanya sumberdaya bersama, barang publik, dan penyelewengan kebijakan. Selain itu pada analisis korelasi didapatkan bahwa aspek lingkungan dengan aspek ekonomi memiliki korelasi negatif, pada aspek lingkungan dengan aspek sosial memiliki korelasi positif, dan aspek ekonomi dengan aspek sosial memiliki korelasi negatif. Adapun penanganan dampak eksternalitas ini yaitu peningkatan monitoring baku mutu limbah, sosialisasi kepada pelaku usaha pabrik ikan skala sedang dan kecil, pembangunan IPAL bagi pabrik yang limbahnya melibih baku mutu dan jika kurang mampu dapat mengajukan bantuan kepada pemerintah, mempertegas peraturan terkait, pemberian sanksi administratif bagi pabrik yang melanggar, dan pemberian insentif kepada pelaku industri yang membuka lapangan perkerjaan bagi masyarakat sekitar.
Strategi Pengembangan Kampung Wisata Tanoker Ledokombo Melalui Pendekatan Community Based Tourism Cahyadi Setya Nugraha; Emelia Zein; Muhammad Naufal Ma'ruf; Wulida Putri Romadona; Leny Wulandari
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.814 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v2i1.26810

Abstract

Kampung Wisata Tanoker Ledokombo merupakan tempat wisata berbasis komunitas yang menyajikan aktivitas budaya, pendidikan, dan kuliner tradisional. Adanya bencana pandemi menyebabkan kegiatan wisata yang terdapat di Kampung Wisata Tanoker harus dibatasi kegiatanya sehingga berdampak pada penurunan aktivitas wisata dan wisatawan. Strategi penembangan Kampung Wisata Tanoker diperlukan sebegai solusi dasar dalam mempertahankan kegiatan wisata. Metode dalam menentukan strategi pengembangan dilakukan dengan analisis SWOT dan IFAS EFAS. Melalui pendekatan Community Based Tousirm streategi pengembangan Kampung Wisata Tanoker berupa pembuatan sistem kerja sama antara pemerintah, swasta dan masyarakat selaku pemilik, pengelola, pengontrol kegiatan wisata. Strategi pengembangan mikro yang dihasilkan berupa pengembangan area festival untuk mengakomodir berbagai kegiatan wisata yang ada.
Analisis Kualitas Layanan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Semeru dengan Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) Yovita Inggar Mawardi; Ratri Wulandari; Gusti Kinanti Wahyu Istiqomah; Rheynaldi Lintang Susila; Aulia Ilecsi Hendriavi
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.466 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19218

Abstract

Perumahan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat. Perumahan dan permukiman yang bagus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas hidup dan pemerataan kesejahteraan rakyat. pengadaan rumah susun adalah salah satu alternatif untuk menangani permasalahan kebutuhan perumahan dan permukiman yang ada di kota yang cenderung memiliki peningkatan penduduk yang cukup pesat. Rumah susun merupakan solusi alternatif yang cukup efektif karena pembangunan rumah susun dapat menghemat penggunaan tanah, membuat peremajaan kota bagi daerah yang kumuh, dan memberikan bantuan terhadap Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Kebutuhan hunia untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) semakin terua meningkat, untuk mengatasi permasalahan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah, salah satu kebijakan dan strategi Pemerintah Kota Probolinggo dalam membantu masyarakat untuk menyediakan tempat tinggal bagi keluarga kurang mampu adalah dengan adanya penyediaan Rumah Susun (Rusunawa) Semeru. Dengan adanya Rusunawa diharapkan mampu memberikan hunian yang nyaman dan layak untuk bisa meningkatkan kualitas hidup penghuni Rusunawa. Namun, fungsi dari rusunawa tersebut kenyataannya belum tercapai karena hanya melihat bentuk fisik dari rusunawa tanpa melihat persepsi dan kebutuhan sarana prasarana dari penghuni. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat variabel – variabel sarana prasarana yang belum optimal dikarenakan tidak terawat dan pengelolaannya masih belum optimal, berdasarkan analisis tingkat kepuasan masyarakat penghuni rusunawa dihasilkan strategi untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan strategi tersebut diharapakan bisa terealisasi dan dapat menunjang keberlangsungan kehidupan yang lebih baik lagi untuk penghuni Rusunawa Semeru.
Strategi Pengembangan Kawasan Inti Agropolitan Seroja Kabupaten Lumajang Dalam Mendukung Pembangunan Desa Ifna Nabila; Luh Putu Suciati; Nunung Nuring Hayati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.695 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v4i1.34538

Abstract

Pertanian merupakan salah satu sektor yang berkontribusi dalam produk domestik bruto nasional dan menjadi roda penggerak ekonomi negara. Karakter wilayah pedesaan memiliki kegiatan utama pertanian. Kabupaten Lumajang merupakan salah satu daerah yang sektor pertaniannya dikembangkan sebagai kawasan agropolitan yaitu kawasan agropolitan Seroja, dengan dua desa inti yaitu Desa Senduro dan Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro. Perkembangan kawasan agropolitan memiliki permasalahan antara lain infrastruktur penunjang tidak digunakan secara maksimal, petani cenderung fokus terhadap kwalitas dan kawasan agropolitan Seroja kurang dikenal oleh masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui kinerja pelayanan infrastruktur pendukung kawasan inti agropolitan Seroja dan untuk mengetahui strategi pengembangan kawasan inti agropolitan Seroja. Metode penelitian yang digunakan yaitu importance performance analysis dan force field analysis. Hasil penelitian menunjukkan kinerja pelayanan infrastruktur memiliki aksesibilitas yang baik dengan nilai 84,57% dan kualitas yang sangat baik dengan nilai 86,15%. Hasil analisa dalam force field analysis menunjukkan faktor pendorong tertinggi adalah D4 yakni fasilitas pendukung kawasan agropolitan lengkap dan D2 Peternakan sapi perah, peternakan kambing, padi dan pisang mas kirana menjadi produk unggulan. Faktor penghambat tertinggi adalah H4 yakni sub terminal agribisnis dan tempat bongkar muat belum memiliki SOP dan H3 yaitu kurangnya promosi dan inovasi pemasaran produk lokal unggulan. Strategi yang dirumuskan yaitu pembuatan standart operasional prosedur sesuai dengan pedoman terkait Pengembangan Terminal dan Sub Terminal Agribisnis, peningkatan implementasi sub terminal agribisnis dan tempat bongkar muat sesuai dengan fungsinya, diadakan event produk unggulan kawasan agropolitan, pelatihan pengemasan produk sebagai inovasi pemasaran dan pembuatan landmark sebagai penanda yang menjadi ciri khas dibanding kawasan lainnya.
Mitigasi Daerah Rawan Bencana Longsor Berbasis Pemetaan Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Bumiaji Corry 'Aina; Indra Nurjahjaningtyas; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.387 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.32097

Abstract

Salah satu wilayah terluas di Kota Batu dengan tingkat kerawanan bencana longsor tertinggi terletak di Kecamatan Bumiaji (Noorwantoro, 2014). Berdasarkan RTRW Kota Batu Tahun 2010-2030, beberapa desa yang digunakan sebagai kawasan hunian di Kecamatan Bumiaji berada pada kawasan rawan bencana. Hal ini tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 41/PRT/M/2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya bahwa kawasan yang boleh digunakan sebagai permukiman tidak berada pada daerah rawan bencana, seperti tanah longsor, banjir, erosi, dan abrasi. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor di Kecamatan Bumiaji dan menentukan prioritas upayaamitigasiiyangidapat dilakukan. Metode analisis yang digunakan dalam melakukan pemetaan adalah overlay, sedangkan dalam penentuan prioritas upaya mitigasi dilakukan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa Kecamatan Bumiaji merupakan salah satu kecamatan di Kota Batu yang termasuk kedalam daerah rawan bencana tanah longsor. Pemetaan daerah rawan bencana longsor yang dilakukan dengan overlay 4 paramaeter peta curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan dan kelerengan menghasilkan klasifikasi daerah rawan bencana longsor. Daerah dengan kerawanan rendah seluas 24,2 %, sedang seluas 37,7 %, tinggi seluas 35,3 % dan sangat tinggi seluas 2,8% dari total Kecamatan Bumiaji. Prioritas utama mitigasi bencana yang sesuai dengan karakteristik wilayah Kecamatan Bumiaji adalah pemetaan daerah rawan bencana, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan dan pelatihan SDM, pembuatan prediksi bencana, pembuatan jalur dan rambu evakuasi dan pembentukan satuan tugas.
Konsep Pengembangan Desa Wisata Lebakmuncang Sebagai Eco-Edu Tourism Aulia Ilecsi; Ilham Wahyu Hartono; Rindi Arini; Yuliatry Mega Ningrum
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.727 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v2i1.26806

Abstract

Desa Lebakmuncang adalah desa wisata agroedukasi dan orientasi budaya yang diberikan oleh pemerintah melalui pembinaan yang dikembangkan oleh masyarakat, dan dikelola langsung oleh Kelompok Kerja Lebakmucang (POKJA) dan dibantu oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung (Dispopar). Sebagai desa wisata diperlukan ide perencanaan dan pengembangan dari Desa Lebakmuncang untuk memaksimalkan potensi pariwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan ide konsep pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Wisata Lebakmuncang sudah menawarkan beberapa paket wisata, adanya homestay, tingkat kebersihan yang baik sekaligus akses jalan yang mudah. Namun terdapat beberapa permasalahan seperti pusat pelayanan informasi yang kurang baik, petunjuk arah kurang detail, kegiatan promosi kurang intensif dan sitem pemesanan tiket melalui internet belum tersedia. Ide konsep pengembangan pada desa wisata Lebakmuncang yaitu Eco-Edu Tourism, yaitu wisata yang menghargai kaidah- kaidah alam dengan melakukan program pembangunan serta pelestarian secara terpadu. Ide pengembangan dilakukan memaksimalkan kualitas dari desa wisata tersebut baik fisik maupun non-fisik dan juga mengclusterkan guna lahan sesuai fungsinya agar memudahkan dalam aseksibilitas dan juga membuat citra kawasan lebih terlihat baik.