Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Preliminary Overview of Three Purpose-Built Capital Spatial Plans Related to Indonesian Capital Relocation Plan Hitapriya Suprayitno; Abd Muluk bin Abd Manan; Tri Mulyani Sunarharum
Journal of Infrastructure & Facility Asset Management Vol 2, No 2 (2020): Journal of Infrastructure & Facility Asset Management
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jifam.v2i2.7641

Abstract

Indonesia has a program to relocate its capital from Jakarta to East Kalimantan Province. This is a big and complex problem and is very interesting for Infrastructure & Facility Asset Management. Develop reflection on the case is very good to enrich and to develop IFAM knowledge and science. The first step has been done by developing an overview of several capital relocation cases. This research, the second step, is designated to make observations on the spatial plan of three good capitals. Visiting experience of the authors, enriched by literature study has been conducted. The reseach has main conclusions. It is better to develop a new city on an empty inhabited area. The symbolic aspect of the city is very important. A good plan, development, and control must be applied. The city must be green and intelligent. The capital must be divided into core areas for accomodating government offices and the peripheral area for accomodating residential areas and recreational areas. Well designed vast enough open space and several green parks are needed. The whole city must be furnished with good urban public transport. A good domestic and international accessibility is capital.
Ensuring Sustainable Urban Transformation in Indonesia: Toward Indonesia Emas 2045 B. Setiawan; Tri Mulyani Sunarharum
The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning Vol 1 No 2 (2020): August 2020
Publisher : Pusbindiklatren Bappenas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46456/jisdep.v1i2.80

Abstract

Of the many important events that occurred in the two decades of the 21st century, the process of accelerating urbanization—especially in third-world countries—became something quite phenomenal. It's never even happened before. In the early 2000s, only about 45 percent of the population in the third world lived in urban areas, by 2020 the number had reached about 55 percent. Between now and 2035 the percentage of the population living in urban areas will reach about 85 percent in developed countries. Meanwhile, in developing countries will reach about 65 percent. By 2035, it is also projected that about 80 percent of the world's urban population will live in developing countries' cities.
Membangun Ketangguhan dan Adaptasi Transformatif: Kasus Pengurangan Risiko Bencana Banjir di Jakarta Tri Mulyani Sunarharum
REKA RUANG Vol 3 No 2 (2020): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v3i2.2149

Abstract

Flooding has been increasingly seen as a 'real problem' in Jakarta since 2013. Since then, the Provincial Government of DKI Jakarta has urged the implementation of various mega infrastructure developments, including increasing the capacity of the Ciliwung River. However, the project was hampered by differences in perceptions and understanding between the community and the government regarding the risk of flooding and efforts to reduce risk. This study aims to analyze how governments, non-governmental organizations and vulnerable communities understand flood risk and how they cooperate in the decision-making process for flood risk reduction. This research also examines efforts to increase resilience and transformative adaptation that have been carried out, as well as evaluates policies and plans related to flood disaster risk reduction in DKI Jakarta. This research focuses on case studies of disaster risk reduction in high flood risk areas in the Kampung Melayu, DKI Jakarta. Empirical research provides qualitative data on the influence of collaborative mechanisms in decision-making processes related to flood risk reduction efforts. In addition, this research has the potential to increase knowledge transfer on increasing resilience in urban planning implementation related to disaster risk reduction, as well as increasing transformative adaptation to the impacts of climate change.
Peningkatan Ketahanan Iklim di Kabupaten Magelang: Telaah Kerangka Kebijakan Smart Environment : Improving Climate Resilience in Magelang Regency: A Review of the Smart Environment Policy Framework Hana Kurnia Dewi; Tri Mulyani Sunarharum
Jurnal Sinar Manajemen Vol. 9 No. 2: JULI 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jsm.v9i2.2463

Abstract

Perubahan iklim telah menjadi isu utama pada keberlangsungan lingkungan hidup. Berbagai dampak yang timbul akibat perubahan iklim antara lain kenaikan suhu muka bumi, perubahan musim tanam, perubahan cuaca dan berbagai dampak pada tatanan kehidupan masyarakat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menginisiasi gerakan nasional berupa Program Kampung Iklim (ProKlim) untuk merangsang masyarakat dalam meningkatkan ketahanan perubahan iklim. Di Kabupaten Magelang keberadaan ProKlim juga berperan pada perwujudan smart city yakni melalui dimensi smart environment. Pertumbuhan penduduk dan perubahan gaya hidup masyarakat di Kabupaten Magelang memberi andil pada proses terjadinya perubahan iklim. Desa Sambak di Kecamatan Kajoran adalah satu-satunya desa di Kab. Magelang yang mendapatkan penghargaan ProKlim tingkat lestari di tahun 2021. Tujuan penelitian adalah untuk menelaah kebijakan smart environment berbasis resiliensi perubahan iklim di Kabupaten Magelang dengan menyertakan Desa Sambak sebagai kasus di dalam implementasi kebijakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan perolehan data melalui interview, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smart environment Kabupaten Magelang dapat diwujudkan melalui ketahanan yang berkelanjutan dari tingkat lokal dan dukungan kebijakan yang mengakomodir upaya resiliensi perubahan iklim.
Keterikatan Program Inovasi Smart Branding dengan Pendapatan Asli Daerah di Sektor Pariwisata Kota Bandung Muhammad Taufik Hidayat; Tri Mulyani Sunarharum
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 05 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i5.324

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas pembangunan di Kota Bandung. Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Kota Bandung cukup besar, termasuk kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu akselerator pembangunan pariwisata Kota Bandung adalah pembangunan inovasi smart city terutama pada dimensi smart branding. Oleh karena itu penelitian ini ingin melihat bagaimana keterkaitan antara inovasi yang dibangun pada dimensi smart branding dengan PAD sektor pariwisata Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deduktif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tidak langsung inovasi smart branding memiliki keterkaitan dengan PAD sektor pariwisata Kota Bandung. Pembangunan inovasi pada dimensi smart branding bertujuan untuk meningkatkan promosi pariwisata, meningkatkan kapasitas pelaku pariwisata dan meningkatkan kualitas destinasi pariwisata. Hal tersebut akan menambah daya tarik wisata Kota Bandung dan berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan. Peningkatan jumlah wisatawan akan mempengaruhi penerimaan PAD sektor pariwisata Kota Bandung.
Evaluasi Program dan Kegiatan Tahun 2016-2021 untuk Penanganan Banjir oleh Pemerintah Daerah di Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah Rizqi Setyo Pambudi; Tri Mulyani Sunarharum
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 05 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i5.326

Abstract

Kabupaten Kendal merupakan daerah di pesisir utara pulau jawa yang memiliki masalah banjir terutama pada daerah pesisir yang memiliki morfologi datar sampai bergelombang. Berdasarkan data dari BPBD Kab. Kendal, dalam rentang waktu 2014 – 2020 telah terjadi 219 kejadian bencana banjir dengan intensitas kejadian yang meningkat setiap tahunnya. Dampak dari banjir ini menyebabkan genangan pada pemukiman, ratusan hektar tambak dan sawah gagal panen serta kerusakan infrastruktur terutama infrastruktur jalan. Upaya penanggulangan banjir sudah coba dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan pemerintah provinsi akan tetapi data mencatat intensitas kejadian dan dampak bencana semakin meningkat. Oleh karena itu melalui penelitian ini akan dilakukan evaluasi kebijakan pemerintah dalam implementasi program dan kegiatan untuk mengurangi risiko banjir dari tahun 2016-2021. Evaluasi kebijakan menggunakan 3 kriteria parameter gabungan dari William Dunn dan dari Bappenas yaitu: relevansi, efektivitas dan dampak. Hasil analisis mengidentifikasikan bahwa dari 11 kegiatan hanya 1 satu kegiatan yang memenuhi 3 kriteria evaluasi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kendal belum tepat sasaran untuk mengurangi risiko banjir yang terjadi.
Pengaruh Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Terhadap Penerapan Kebijakan Reklamasi (Studi Kasus : Kawasan Reklamasi Kampoeng Air Jangkang) Dwi Mardyanti; Tri Mulyani Sunarharum
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.7041

Abstract

Berlakunya Peraturan Daerah No 6 Tahun 2011 tentang pengelolaan pertambangan umum sebagai wujud dari kebijakan otonomi daerah menimbulkan eksplorasi kegiatan pertambangan besar-besaran dimana masyarakat berlomba-lomba menjadi penambang yang tanpa disadari ekplorasi tersebut memberikan dampak terhadap lingkungan seperti meningkatnya lahan kritis dan menimbulkan kolong – kolong besar. Sehingga guna mengurangi dampak tersebut maka perusahaan wajib menyerahkan rencana reklamasi selama 5 tahun sekali sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah kebijakan reklamasi tersebut telah berhasil atau tidak,dimana hal itu bisa ditinjau berdasarkan dampak yang ditimbulkan setelah diberlakukannya reklamasi dengan berdasarkan persepsi masyarakat.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan berdasarkan studi literatur, kuisioner dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan spss sebagai alat bantu analisis. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kebijakan reklamasi tersebut hanya memberikan dampak pada aspek sosial ekonomi sebesar 16,5%. Dampak terhadap aspek sosial berkenaan dengan persepsi masyarakat mengenai lahan ex tambang. Sedangkan untuk dampak aspek ekonomi belum bisa dirasakan oleh masyarakat mengingat kawasan tersebut belum terbuka untuk umum dan masih sedikit masyarakat dilibatkan. Sehingga dengan demikian kebijakan reklamasi kampoeng air jangkang dinilai belum efektif karena manajemen kelola dalam kawasan masih kurang baik mengingat masih banyak area dalam kawasan yang belum dimanfaatkan secara optimal mengingat kebijakan reklamasi tersebut telah diterapkan sejak 2013.Dalam hal ini, perlu adanya perbaikan dalam manajemen kelola di kawasan reklamasi kampoeng air jangkang, serta masyarakat harus lebih banyak dilibatkan lagi. Sedangkan untuk pemerintah daerah bersama aparat desa bisa berperan dalam melakukan kontrol dan pengawasan terkait kawasan reklamasi tersebut.
FAKTOR PEMBENTUK KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DESA DI KAWASAN RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR KECAMATAN MUNJUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK Chelvin Abisheka Ubaydillah; Tri Mulyani Sunarharum
Jurnal Manajemen Bencana (JMB) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Manajemen Bencana (JMB)
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jmb.v9i2.12567

Abstract

Tinggal di kawasan rawan bencana, sudah seharusnya memiliki langkah kesiapsiagaan untuk meminimalisasi dampak kerugian yang dapat ditimbulkan. Kecamatan Munjungan merupakan salah satu wilayah di bagian pesisir Kabupaten Trenggalek, yang masuk kedalam kawasan dengan derajat kerawanan tinggi bencana tanah longsor. Dalam kurun tahun 2017 – 2022, rata – rata kejadian bencana tanah longsor sebesar 88 kejadian yang berdampak pada kerusakan bangunan rumah, fasilitas dan infrastuktur desa hingga jatuhnya korban jiwa. Dampak yang terjadi menunjukkan kesiapsiagaan antar desa yang masih dipertanyakan dan diduga menunjukkan kesiapsiagaan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor pembentuk kesiapsiagaan eksisting masyarakat desa di Kecamatan Munjungan dalam menghadapi bencana tanah longsor yang sewaktu – waktu dapat terjadi. Identifikasi faktor menggunakan metode kuantitatif Exploratory Factor Analysis (EFA). Diawali dengan eksplorasi pada 10 aspek kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana meliputi pengetauan bahaya, sikap/respon, pengalaman bencana, kesadaran bahaya, efektivitas sistem peringatan bencana, pelatihan kesiapsiagaan, partisipasi organisasi, pembiayaan/pendanaan darurat, rencana evakuasi dan material kedaruratan. Hasil temuan dari penelitian terdapat 4 faktor baru yang secara konstruk membentuk kesiapsiagaan meliputi kapasitas masyarakat, pengalaman kedaruratan, pengetahuan sarana evakuasi dan keterlibatan masyarakat.
Peran Peran dan Program Smart City dalam Mencapai Ketangguhan Kota Denpasar terhadap Pandemi COVID-19: The Role and Program of Smart City in Achieving Denpasar City's Resilience against the COVID-19 Pandemic Widhyastana, I Made Arya; Tri Mulyani Sunarharum
Jurnal Sinar Manajemen Vol. 10 No. 1: MARET 2023
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jsm.v10i1.3022

Abstract

Pandemi COVID-19 telah berdampak pada perubahan rencana pembangunan yang membutuhkan respon cepat untuk tantangan pandemi. Penanganan pandemi yang lamban akan menyebabkan semakin banyak kerugian yang ditimbulkan pada perkotaan. Solusi atas respon cepat dapat diakomodir melalui smart city. Kota Denpasar telah mengimplementasikan smart city dengan baik bahkan sebelum adanya pandemi. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi peran dan program smart city Kota Denpasar saat pandemi dalam upaya menciptakan ketangguhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitaif (mix method). Variabel dan indikator dalam penelitian ini mengacu pada dimensi smart city oleh kominfo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran smart city di Kota Denpasar telah baik dalam penerapan inovasi dan teknologi dalam menciptakan Kota Denpasar tangguh pandemi. Smart city tanpa dukungan inovasi maka tidak akan dapat merespon permasalahan yang sedang dihadapi oleh kotanya. Kota Denpasar menempatkan inovasi dalam program yang telah dirumuskan. Terdapat 23 program smart city yang berjalan selama awal tahun 2020 hingga pertengahan tahun 2022. Program tersebut berorientasi pada kemudahan layanan publik, bantuan sosial, perbaikan infrastruktur hingga peningkatan ekonomi masyarkat lokal.
Kajian tingkat efektivitas pemanfaatan ruang terbuka publik di Kota Jambi Ahmad Dhoifullah; Tri Mulyani Sunarharum
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 19, No 2 (2024)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v19i2.78661

Abstract

Ruang publik menjadi salah satu kebutuhan masyarakat perkotaan yang menjadi sarana penunjang dalam melakukan kegiatan. Saat ini belum ada informasi terukur yang menilai keefektifan ruang publik di Kota Jambi dalam mewadahi terjadinya interaksi sosial bagi masyarakat. Dari fenomena tersebut, perlu kajian mengenai efektivitas pemanfaatan ruang publik oleh masyarakat Kota Jambi pada empat taman aktif yang ada di Kota Jambi. Untuk mengkaji tingkat efektivitas ruang publik, penelitian ini menggunakan metode Good Public Space Index menggunakan nilai indeks dari 0 hingga 1. Ruang publik dengan tingkat efektivitas tertinggi yaitu Taman Jomblo yang memiliki indeks sebesar 0,67, sedangkan efektivitas terendah dimiliki oleh Taman Arena Remaja dan Taman PKK The Hok dengan indeks 0,61. Walaupun demikian, keseluruhan taman pada penelitian ini memiliki interpretasi indeks berupa tingkat efektivitas yang tinggi.