Latarbelakang penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan dialog sosial antar umat beragama yang terjadi di lingkungan klenteng Sam Poo Kong Semarang. Penulis menjelaskan dialog sosial sebagai dialog kehidupan yang menghubungkan orang-orang atau kelompok dari suku, ras, budaya, agama bahkan pandangan politik yang berbeda untuk saling berinteraksi satu dengan lainnya. Dialog sosial merupakan pintu masuk untuk membangun relasi, komunikasi, persahabatan, bahkan kerjasama untuk semua pihak. Klenteng Sam Poo Kong merupakan ikon istimewa di kota Semarang yang menjadi ruang bersama untuk mengadakan kegiatan sosial, adat, budaya, seni, dan menjadi salah satu destinasi religius wisata kota Semarang. Metode yang dipakai untuk mengeksplorasi tulisan ini adalah pengkajian keberadaan klenteng secara historis dan sosiologis serta menyoroti realitas dialog sosial yang terjadi dari persepektif pneumatologi religionum melalui pendekatan teologi religionum Amos Yong dan Stanley J. Samartha. Hasil dari penelitian ini adalah penulis meletakkan landasan pemikiran bahwa Roh Kudus berkarya melalui dialog sosial dari berbagai kelompok yang berinteraksi di klenteng Sam Poo Kong.
Copyrights © 2025