ABSTRAK LPG 3 kg atau bisa di sebut dengan “ Gas Melon “ merupakan sumber energi yang telah menjadi kebutuhan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Terutamanya masyarakat Karawaci,Tangerang, Banten. Sebagai bahan bakar bersubsidi, LPG 3 kg dirancang untuk membantu masyarakat menengah kebawah memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Namun, kenyataannya, kelangkaan LPG 3 kg sering kali menjadi masalah yang berulang. Kondisi ini memengaruhi masyarakat yang seharusnya menjadi target utama subsidi, sehingga menimbulkan keresahan di berbagai kalangan. Bahan bakar jenis ini diperuntukkan khusus bagi masyarakat menengah kebawah dan usaha kecil. Bukan rahasia lagi jika di informasikan terkait kelangkaan gas LPG 3 Kg. Di temukan kepada masyarakat menengah kebawah. Produk ini sering sekali kekurangan suplai dan kenaikan harga di tingkat pengecer. Selain itu, gas LPG juga di nikmati oleh kalangan menengah. Gas bersubsidi ini sering kali memicu keresahan di kalangan warga. Akibat kebijakan pemerintah yang membatasi distribusi. Dalam situasi ini memasuki interaksi sosial dan media digital yang penting menjadi informasi dan membentuk respons publik. Gas LPG sebanyak 3 Kg akan di salurkan kepada masyarakat menengah kebawah yang terdaftar dengan buktinya KTP dan KK. Gas LPG juga di jual melebihi HET ( Harga Eceran Tinggi ) yang di tetapkan. Produk ini dijual dengan mengikuti sistem suplai, sedangkan pemerintah daerah kurang serius dalam mengendalikan kerusakan sistem distribusi gas bagi masyarakat menengah kebawah. Data di kumpulkan melalui metode kuantitatif dengan masyarakat yang terdampak, Analisis konten media sosial seperti Instagram dan Tiktok. Dengan pengelolaan informasi yang baik melalui saluran komunikasi sosial di harapkan daruratnya kelangkaan gas LPG dapat di tangani secara lebih efisien. Kata Kunci : Kelangkaan gas LPG 3 kg, Respon Masyarakat, Penyebaran Informasi, Penyaluran
Copyrights © 2025