Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) telah menjadi salah satu tantangan psikologis yang marak di era digital, terutama di kalangan generasi muda. FOMO ditandai oleh perasaan cemas atau takut tertinggal informasi, pengalaman, atau tren yang sedang berlangsung, sehingga mendorong individu untuk terus terhubung dengan media sosial. Dalam perspektif Islam, konsep eksistensi manusia tidak hanya diukur dari pengakuan sosial, melainkan dari kualitas hubungan dengan Allah dan kontribusi terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak FOMO terhadap kebutuhan eksistensi manusia berdasarkan pandangan Islam, dengan fokus pada nilai-nilai spiritual, akhlak, dan keseimbangan hidup. Hasil analisis menunjukkan bahwa FOMO dapat menggeser orientasi hidup dari tujuan ukhrawi menuju pencapaian duniawi semata, yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, menurunkan keikhlasan, dan mengikis rasa syukur. Oleh karena itu, penting adanya internalisasi nilai-nilai Islami seperti qana‘ah, tawakkal, dan pengelolaan waktu agar individu mampu mengendalikan diri dari dampak negatif FOMO.
Copyrights © 2025