Peternak individu di Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, memiliki potensi besar dalam mendukung penyediaan daging sapi nasional. Namun, mereka menghadapi berbagai permasalahan seperti keterbatasan teknologi, rendahnya efisiensi manajemen, akses pasar terbatas, serta minimnya dukungan kelembagaan. Kondisi ini menimbulkan tantangan terhadap keberlanjutan usaha peternakan individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan sistem pemeliharaan ternak individu, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan strategi pengembangan yang tepat guna meningkatkan keberlanjutan. Metode yang digunakan mencakup pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) dengan model Rap-UPTS untuk menilai lima dimensi utama keberlanjutan: ekonomi, sosial-budaya, ekologi, hukum-kelembagaan, dan teknologi-infrastruktur. Analisis Leverage dan Monte Carlo digunakan untuk menguji sensitivitas dan validitas data. Responden peternak dalam hal ini sebanyak 15 orang peternak individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan ternak individu berada pada kategori kurang berkelanjutan dengan nilai terbesar pada indikator ekologi sebesar 49.80 dan terkecil pada indikator hukum-kelembagaan 37.61, namun hasil menunjukan nilai stress 0.133 dan dikatakan valid karena <0.25 serta nilai R^2bernilai 0.95 yang berarti dikatakan baik karena mendekati 100. Kesimpulannya, penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan langkah strategis utama dalam mendorong keberlanjutan sistem peternakan individu.
Copyrights © 2025