Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi dan efektivitas model pembelajaran sufistik dalam membentuk karakter rabbani siswa di MI Muhammadiyah Al-Haq Palu, mengisi kekosongan literatur tentang penerapan pendidikan sufistik di tingkat madrasah ibtidaiyah yang selama ini dianggap prematur oleh perspektif teoretis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis dengan model analisis interaktif Miles-Huberman-SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran sufistik yang mengintegrasikan metode muraqabah, muhasabah, dan riyadhah berhasil diimplementasikan secara sistematis melalui pendekatan holistik dalam domain intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Efektivitas model terbukti signifikan dengan peningkatan kehadiran shalat berjamaah dari 45 persen menjadi 85 persen, penurunan kasus ketidakjujuran hingga 75 persen, peningkatan prestasi akademik 15 persen, dan transformasi karakter spiritual-moral yang terukur. Temuan ini membantah skeptisisme teoretis tentang ketidaksesuaian pembelajaran sufistik untuk anak usia MI, membuktikan bahwa adaptasi metodologis yang developmentally appropriate mampu menciptakan pengalaman spiritual autentik dan bermakna. Penelitian ini menghasilkan paradigma baru bahwa pembelajaran sufistik bukan prematur bagi siswa MI, melainkan fondasi krusial pembentukan karakter rabbani yang seimbang antara dimensi intelektual, emosional, dan spiritual. Kontribusi penelitian terhadap SDGs mencakup penyediaan model pendidikan berkualitas, penguatan kesejahteraan mental, pengurangan kesenjangan pendidikan, dan pembangunan generasi yang matang secara holistik untuk masyarakat yang damai dan sejahtera.
Copyrights © 2025