Perubahan zaman pada era digital telah membawa pengaruh besar terhadap pola pikir, gaya belajar, dan interaksi sosial generasi Z. Generasi ini dikenal adaptif terhadap teknologi, namun di sisi lain menghadapi tantangan berupa penurunan sensitivitas sosial dan krisis moral. Kondisi tersebut menuntut sistem pendidikan untuk mengintegrasikan aspek spiritual dan moral secara seimbang dengan perkembangan intelektual. Dalam konteks ajaran Hindu, nilai-nilai Keluarga Sukinah yang bersumber dari konsep Grehasta Asrama menawarkan pedoman etika dan spiritual yang relevan bagi pembentukan karakter generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian konseptual reflektif dengan sumber data primer dari literatur Hindu klasik seperti Manava Dharmasastra, Bhagavadgītā, dan Sarasamuccaya, serta data sekunder dari teori perkembangan dan pembelajaran modern. Analisis dilakukan melalui tiga tahap: analisis teks, refleksi pedagogis, dan sintesis teoretis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti Dharma (tanggung jawab), Satya (kejujuran), Ahimsa (tanpa kekerasan), kebersamaan, dan pengendalian diri memiliki relevansi tinggi terhadap pembentukan karakter generasi Z. Strategi pembelajaran yang efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut meliputi pembelajaran berbasis proyek, refleksi nilai, role play, dan service learning dengan dukungan literasi digital yang etis. Ajaran Keluarga Sukinah berpotensi menjadi landasan bagi pendidikan agama Hindu yang kontekstual, humanistik, dan spiritual, serta mampu menjembatani pendidikan sekuler dan religius dalam membentuk generasi muda yang cerdas sekaligus bermoral.
Copyrights © 2025