Informasi merupakan kebutuhan vital dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Namun, memperoleh informasi yang tepat dan akurat sering kali menjadi tantangan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pengambil keputusan dengan membandingkan kinerja metode Rough Set dan algoritma Apriori dalam proses analisis data. Metode Rough Set dimanfaatkan untuk menghasilkan aturan yang ringkas melalui proses reduksi, sedangkan algoritma Apriori digunakan untuk menemukan kombinasi itemset yang sering muncul dalam basis data berdasarkan nilai minimum support (minsup), dengan tahapan utama berupa proses join dan prune. Tujuan utama dari penelitian ini adalah meningkatkan akurasi kedua metode dalam mengidentifikasi penyakit demam tifoid. Penelitian ini menggunakan tujuh variabel input utama, dan berdasarkan pengujian terhadap dataset demam tifoid, metode Rough Set menghasilkan aturan dengan panjang empat, sedangkan algoritma Apriori menghasilkan aturan dengan panjang tiga. Hasil akhir menunjukkan bahwa kedua metode memberikan rata-rata akurasi sebesar 87,4%.
Copyrights © 2025