Mengingat perkembangan industri yang semakin maju dunia fashion sangat mudah merubah tren berdasar zamannya. Prilaku konsumerisme khususnya pada remaja di kota Bandung menyerap budaya masuk dengan cepat kedalam kehidupan remaja yang sangat terbuka dengan perubahan yang terjadi. Beberapa tren yang diserap berasal dari dunia di balik layar gadget yang menjadi sebuah kebutuhan di masa kini. Busana tidak lagi hanya menjadi sebuah alat pelindung badan dari panas dan dingin, lebih dari itu gaya berbusana menjadi sebuah media untuk mengkomunikasikan dirinya. (Adlin, Alfathri, 2006) Dalam Penelitian ini penulis mencoba menggali pandangan sebuah komunitas performance art yang berfokus pada gerakan dan fashion dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan etnografi dalam mengenali dan menggali perspetif tersebut. Dengan menyebarnya tren tertentu membuat gaya berbusana menjadi terasa monoton, ada kecenderungan sama antara suatu pakaian yang dikenakan pada seseorang dengan orang lainnya dengan tren yang sama. Ganiati merupakan komunitas performance art yang ingin mendobrak prilaku berbusana dalam tren yang seolah memaksa untuk membentengi gaya berbusana. Dengan diiringi musik, tarian, dan senam khas ganiati mereka bermain di ruang publik dengan menggunakan busana yang tidak lazim.
Copyrights © 2025