Salah satu terobosan teknologi yang membantu guru dan siswa meningkatkan kemampuan berbicara siswa adalah digital storytelling. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana perasaan siswa tentang penggunaan StoryJumper sebagai media digital. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus dan desain penelitian kualitatif. Kuesioner dan observasi siswa merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Data berasal dari mahasiswa Program Studi Teknik Dirgantara Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto, Yogyakarta. Dalam penelitian ini analisis deskriptif merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis data. Hasilnya menunjukkan bahwa StoryJumper dapat dipandang sebagai media serbaguna untuk mengembangkan lingkungan belajar yang lebih komunikatif dan baru serta meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Cara siswa memandang StoryJumper sebagai alat untuk mengajar berbicara adalah positif.
Copyrights © 2024