Desa Tipang memiliki warisan pengetahuan turun-temurun dalam bentuk tradisi pengairan sawah secara tradisional. Pengetahuan ini tidak hanya memainkan peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dalam membangun identitas budaya dan kearifan lokal yang harus dilestarikan, serta mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Adapun tujuan penelitian ini yakni; 1) Mengungkap bentuk local knowledge Sihali Aek. (2) Menganalisis metode pelestarian local knowledge. (3) Menelaah pola pemetaan jalur pengairan pada persawahan dengan pemanfaatan local knowledge dalam membangun desa mandiri energi berbasis lingkungan di Desa Tipang Kecamatan Baktiraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah embedded mix method, dengan melakukan penelusuran data kualitatif melalui pendekatan etnografi Spradley (2017) dan penelitian kuantitatif. Dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipan, eksperimen dan pemetaan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk pengetahuan lokal Sihali Aek ini menjadi sebuah warisan leluhur yang membentuk Desa Tipang menjadi desa mandiri energi berbasis lingkungan dengan sistem pengairan irigasi tradisional yang memiliki keunikan tersendiri.
Copyrights © 2024