Penelitian ini mengkaji penggunaan simile perasaan dalam novel "Kokoro" (1914) karya Natsume Soseki melalui pendekatan linguistik kognitif. Simile, sebagai salah satu bentuk majas, mengungkapkan perbandingan eksplisit antara dua entitas yang berbeda, sering kali menggambarkan emosi dan perasaan manusia. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis representasi perasaan dalam simile yang digunakan di dalam novel, serta menjelaskan bagaimana simile tersebut mengkonstruksikan realitas emosional karakter dalam karya sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, dimana data berupa kalimat-kalimat yang mengandung simile perasaan dikumpulkan dan dianalisis berdasarkan teori metafora konseptual oleh Lakoff dan Johnson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simile perasaan dalam novel "Kokoro" tidak hanya berfungsi sebagai hiasan bahasa tetapi juga sebagai sarana untuk memperdalam pemahaman pembaca terhadap kompleksitas konseptual berpikir orang Jepang. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam studi linguistik kognitif dan sastra Jepang, serta menawarkan perspektif yang lebih luas mengenai penggunaan bahasa dalam mengungkapkan dan memahami emosi manusia.
Copyrights © 2024