Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, menyebabkan penyakit, kecacatan, dan kematian. Upaya pencegahan tuberkulosis, khususnya yang melibatkan keluarga, sangat penting untuk mencegah penularan di rumah. Dukungan Kelompok Sebaya memungkinkan klien dengan pengalaman serupa dalam merawat pasien tuberkulosis untuk berbagi dan belajar satu sama lain, memupuk saling mendukung dan mendidik dalam pencegahan dan perawatan. Wawancara Motivasi mendorong keluarga untuk lebih sadar dan proaktif dalam pencegahan tuberkulosis, memainkan peran kunci dalam meningkatkan Case Detection Rate (CDR). Penelitian ini menguji dampak Dukungan Kelompok Sebaya dan Wawancara Motivasi terhadap pencegahan tuberkulosis di lingkungan keluarga. Desain yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif one-group pre-test dan post-test yang melibatkan 49 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Penelitian menemukan adanya perbedaan yang signifikan perilaku keluarga terhadap pencegahan tuberkulosis sebelum dan sesudah intervensi Dukungan Kelompok Sebaya dan Wawancara Motivasi, dengan rata-rata perubahan perilaku sebesar -16,5 dan standar deviasi sebesar 5,4. Uji-t menghasilkan -21,1 dengan nilai p 0,000, yang menunjukkan bahwa Dukungan Kelompok Sebaya dan Wawancara Motivasi secara signifikan meningkatkan perilaku pencegahan tuberkulosis dalam keluarga. Dukungan Kelompok Sebaya dan Wawancara Motivasi terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan tuberkulosis di lingkungan keluarga, menjadikannya strategi yang berharga untuk pengendalian tuberkulosis di masyarakat.
Copyrights © 2024