Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) bentuk resistensi simbolik ditinjau dari mimikri dalam novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer., serta (2) bentuk resistensi simbolik ditinjau dari seni, bahasa, simbol nasional, simbol lisan, dan senjata tradisional dalam novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dari novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer (cetakan kedua, Balai Pustaka, 340 halaman). Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat dan dianalisis dengan reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan resistensi simbolik mencakup: (1) Mimikri, berupa peniruan bahasa, pakaian, kebiasaan, senjata, dan teknologi penjajah untuk mengungguli sekaligus mengejek sebagai wujud mempertahankan identitas budaya; (2) Resistensi melalui seni, seperti musik, simbol nasional seperti bendera merah putih, bahasa, serta senjata tradisional yang tetap dipertahankan. Dapat disimpulkan Novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer menampilkan resistensi simbolik dan pentingnya perlawanan non-kekerasan untuk merebut kedaulatan bangsa. Kata Kunci: Resistensi, Simbolik, Novel
Copyrights © 2025