Pertumbuhan penduduk dan pesatnya perkembangan teknologi mendorong kebutuhan akan infrastruktur yang efisien dan berkelanjutan. Salah satu solusi yang diterapkan adalah pembangunan gedung bertingkat untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Dalam konstruksi bangunan tinggi, struktur beton bertulang dan baja menjadi pilihan utama, masing-masing dengan karakteristik yang berbeda dari segi biaya, durasi pengerjaan, dan kinerja struktural. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi biaya dan kinerja struktural antara kedua sistem tersebut berdasarkan tinjauan literatur dan data dari proyek pembangunan Rumah Susun Negara Kementerian Keuangan di Jakarta Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data sekunder dengan pendekatan studi literatur dan evaluasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari proyek terkait. Analisis dilakukan terhadap biaya konstruksi, waktu pelaksanaan, serta aspek kinerja struktural berdasarkan referensi dari penelitian terdahulu. Data biaya dan waktu diperoleh dari RAB proyek, sementara aspek kinerja struktural dibandingkan berdasarkan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur beton bertulang lebih ekonomis dengan biaya konstruksi yang lebih rendah sekitar 60% dibandingkan struktur baja. Namun, struktur baja memiliki keunggulan dalam durasi pengerjaan yang lebih singkat. Dari segi kinerja struktural, struktur baja lebih ringan dan memiliki daktilitas yang lebih tinggi, sehingga lebih unggul dalam menahan beban lateral seperti gempa. Sementara itu, struktur beton bertulang lebih kaku dan lebih tahan terhadap beban statis, tetapi lebih rentan terhadap retak akibat gaya gempa. Oleh karena itu, pemilihan sistem struktur harus mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi biaya, durasi pengerjaan, serta kinerja struktural, terutama dalam menghadapi risiko gempa dan kondisi spesifik proyek.
Copyrights © 2025