Pondasi bored pile digunakan pada pembangunan Jembatan Gantung di Desa Lantan, Kabupaten Lombok Tengah, untuk menyalurkan beban struktur ke tanah yang lebih stabil. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas daya dukung pondasi bored pile dengan membandingkan metode Meyerhof dan Tomlinson terhadap metode Luciano Décourt yang digunakan pada perencanaan proyek. Data diperoleh dari uji Standard Penetration Test (SPT) dan dihitung secara manual untuk memperoleh daya dukung maksimum dan izin pada titik B1 dan B2. Hasil menunjukkan Meyerhof menghasilkan 429,89 ton dan 618,06 ton, Tomlinson 119,17 ton dan 237,49 ton, sedangkan Luciano Décourt memberikan nilai moderat berbasis korelasi N-SPT. Perbedaan ini menegaskan pentingnya memilih metode yang tepat guna menjamin keamanan dan efisiensi perencanaan pondasi bored pile pada kondisi tanah serupa. Kata Kunci: bored pile, daya dukung, data SPT, metode Mayerhoff, metode Tomlinson.
Copyrights © 2025