Melihat film sebagai potensi bisnis, tidak bisa dilepaskan akan peran teknologi yang berkembang dan mengiringinya. Melalui campur tangan teknologi ini film diyakini akan terlihat lebih sensasional dan nampak begitu fantastis -spektakuler. Namun pemeran film juga menuntut statusnya dipertimbangkan sebagai faktor penentu juga bagi penciptaan spektakel tadi. Jadilah film sebagai ajang pertarungan ideologi dalam hegemoni wacana spektakel/, tempat memperebutkan identitas aktor-aktris film.
Copyrights © 2007