Keberlanjutan penggunaan layanan digital menjadi kunci keberhasilan jangka panjang suatu inovasi, termasuk dalam sektor perbankan. Migrasi dari BNI Mobile Banking ke Wondr by BNI merupakan langkah inovatif yang diambil BNI untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam menggunakan layanan mobile banking. Tanggapan pengguna terhadap aplikasi ini beragam, mulai dari ulasan positif hingga keluhan yang berpotensi memengaruhi niat keberlanjutan penggunaan. Berdasarkan wawancara pra survei terhadap mahasiswa Universitas Brawijaya, diduga terdapat beberapa faktor yang memengaruhi continuance intention penggunaan layanan mobile banking setelah migrasi platform. Mahasiswa Universitas Brawijaya dipilih karena merupakan digital natives dengan dengan tingkat adopsi teknologi tinggi serta populasi besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perceived usefulness, perceived ease of use, dan user interface design terhadap continuance intention pada mahasiswa pengguna layanan mobile banking BNI. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan teknik purposive sampling dan didapatkan 160 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Generalized Linear Model (GLM) karena data tidak berdistribusi normal. Berdasarkan temuan penelitian, perceived ease of use serta user interface design memiliki pengaruh terhadap continuance intention, sementara perceived usefulness tidak menunjukkan adanya pengaruh. Temuan ini memberikan wawasan strategis bagi BNI dalam meningkatkan kualitas layanan mobile banking guna mendorong keberlanjutan penggunaan layanan mobile banking setelah migrasi platform. Kata kunci: continuance intention, mobile banking, perceived usefulness, perceived ease of use, user interface design
Copyrights © 2025