Perkembangan teknologi digital mendorong generasi muda untuk menjalani gaya hidup sehat melalui aplikasi kebugaran seperti Strava. Aplikasi ini menggabungkan fitur pelacakan aktivitas fisik dengan elemen sosial, namun mempertahankan keterlibatan pengguna dalam jangka panjang masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi retensi pengguna muda aplikasi Strava dengan menggunakan model teori UTAUT2, yang mencakup tujuh konstruk utama. Data dikumpulkan melalui survei dan dianalisis menggunakan metode PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima konstruk—effort expectancy, social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, dan price value—berpengaruh signifikan terhadap retensi pengguna. Sebaliknya, performance expectancy dan habit tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor kenyamanan, dorongan sosial, dan kesenangan dalam penggunaan aplikasi lebih menentukan retensi dibandingkan manfaat fungsional atau kebiasaan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur adopsi teknologi kebugaran serta menawarkan rekomendasi praktis bagi pengembang aplikasi untuk meningkatkan keterlibatan dan retensi pengguna jangka panjang, khususnya di kalangan generasi muda. Kata kunci: retensi pengguna, aplikasi kebugaran, Strava, UTAUT2, generasi muda, kesehatan digital, PLS-SEM
Copyrights © 2025