Pemodelan proses bisnis berperan penting dalam memperjelas alur kerja dan meningkatkan efisiensi sistem informasi. Di Universitas Brawijaya, Sistem Persuratan Digital (PENDAPA) telah diimplementasikan tanpa dokumentasi proses bisnis yang terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pemangku kepentingan memahami model proses bisnis yang dimodelkan menggunakan notasi Business Process Model and Notation (BPMN), serta memetakan permasalahan dalam proses pendokumentasian tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik wawancara semi-terstruktur kepada tujuh pengguna aktif sistem PENDAPA. Data dianalisis menggunakan metode thematic analysis, didukung oleh fishbone diagram dan why-why analysis. Validasi dilakukan berdasarkan aspek sintaktik, semantik, dan pragmatik menggunakan kerangka kerja FUEML. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna belum familiar dengan BPMN dan mengalami kesulitan dalam memahami simbol dan alur percabangan. Faktor latar belakang pengguna, desain visual model, serta minimnya pelatihan menjadi hambatan utama. Meski demikian, sebagian besar responden menilai bahwa BPMN berpotensi meningkatkan pemahaman proses jika disederhanakan dan disertai panduan. Penelitian ini merekomendasikan pelibatan pengguna dalam penyusunan model dan penyediaan dokumentasi yang adaptif.
Copyrights © 2025