Dalam  sistem  penyelenggaraan pemerintahan  negara yang menganut  sistem pemecahan  kekuasaan  secara vertikal suatu negara dikenal  dengan  istilah desentralisasi yang  membagi  kekuasaan   negara  terbagi   antara  pemerintah   pusat dan  daerah. Desentralisasi  dan  otonomi  daerah mempunyai  pemahaman  masing-masing  dimana otonomi daerah  lebih  cenderung  pada  political  aspect,  desentralisasi  lebih  cenderung pada  administrative  aspect.  Namun  jika dilihat  dari  konteks  Sharing  of Power  dalam prakteknya kedua  sistem  tersebut  mempunyai  keterkaitan  yang diwujudkan  dengan pemberian kewenangan yang cukup luas kepada pemerintah daerah untuk mengatur, mengurus, mengembangkan daerah dan masyarakatnya  sesuai kepentingan  dan potensi daerah  dimana  kewenangan yang diberikan  kepada  daerah  tanpa  campur  tangan pemerintah pusat.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana efektivitas  pajak  daerah terhadap  pendapatan  asli  daerah Kota  Malang.  Serta  faktor  yang  mempengaruhi  naik turunnya  efektivitas,  hambatan,  serta  usaha  yang dilakukan  agar  target  pajak  tetap terpenuhi.  Metode  yang digunakan  yaitu  deskriptif  kualitatif.  Data  yang  diperoleh merupakan  data  primer  yang  diperoleh  langsung  dari Badan  pelayanan  Pajak  daerah Kota  Malang,  serta  data sekunder  yang  diperoleh  dari  buku-buku  maupun  literatur lainnya.  Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  pajak daerah Kota malang  sangat  efektif dalam peneriman Pendapatn asli Daerah.Kata Kunci : Efektivitas, Pajak Daerah, Pendapatan Asli daerah
Copyrights © 2017