Perkembangan pariwisata di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup  baik.  Pada  tahun  2016,  sektor  pariwisata  menjadi  penyumbang  devisa terbesar kedua dibawah Crude Palm Oil (CPO). Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia menurut World Economy Forum (WEF) menunjukkan adanya kenaikan peringkat Indonesia pada tahun 2015 di peringkat 50 dan pada tahun 2017 di peringkat 48. Sarana dan prasarana yang memadahi merupakan salah satu fokus pemerintah guna memajukan sektor pariwisata.  Kebijakan pemerintah untuk membangun Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat di  Provinsi Sumatera Utara adalah salah satu upaya untuk meningkatkan   potensi   pariwisata,   yaitu   Danau   Toba.   Taman   Hewan   KotaPematangsiantar (THPS) sebagai salah satu objek pariwisata di Provinsi Sumatera Utara harus mampu menghadapi segala perubahan yang ada, baik dari sisi internal maupun eksternal agar dapat memahami kondisi lingkungan dan strategi yang tepat untuk diimplementasikan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE, dan Matriks QSPM.Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  Taman  Hewan  Kota  Pematangsiantar(THPS) berada pada posisi di atas rata-rata dan mampu mengatasi kelemahan dengan mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki dan mampu merspon peluang dengan mengatasi segala ancaman yang ada. Dengan melakukan analasis Matriks QSPM didapatkan strategi yang paling baik untuk diimplementasikan,  startegi  tersebut  adalah strategi pengembangan produk Kata  Kunci  :  Pariwisata,  Lingkungan  Internal,  Lingkungan  Eksternal,  Strategi Pengembangan, Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE, Matriks QSPM.
Copyrights © 2018