Wicara
Vol 4, No 2: Oktober 2025

Simbol-Simbol dalam Tradisi Pernikahan Skotlandia dan Gorontalo (Suatu Analisis Semiotik)

Kadir, Febyanto Aprilyani (Unknown)
Lotulung, Donald Ringgo (Unknown)
Sebayang, F. Ari Anggraini (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2025

Abstract

Penelitian ini berjudul “Simbol-Simbol dalam Tradisi Pernikahan Skotlandia dan Gorontalo (Suatu Analsisi Semiotik)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan simbol-simbol yang terdapat dalam tradisi pernikahan Skotlandia dan Gorontalo. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis persamaan dan perbedaan simbol-simbol dalam tradisi pernikahan Skotlandia dan Gorontalo. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori Peirce dan Johansson. Penulis menggunakan metode deskriptif dari Walliman. Data-data dalam simbol-simbol pernikahan Skotlandia dikumpulkan dari beberapa sumber di internet dan juga menonton beberapa video di kanal Youtube. Sementara itu, data dalam simbol pernikahan Gorontalo dikumpulkan dengan cara menghadiri langsung upacara pernikahan dan juga mewawancarai beberapa informan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 11 simbol dalam tradisi pernikahan Skotlandia yang terdiri dari 5 simbol aktivitas, 4 simbol benda, 1 simbol makanan, sedangkan simbol tanaman non-pangan tidak ditemukan oleh penulis dan 15 simbol dalam tradisi pernikahan Gorontalo yang terdiri dari 2 simbol aktivitas, 3 simbol benda, 5 simbol makanan, 1 simbol pakaian, dan 4 simbol tanaman non-pangan. Persamaan antara simbol kedua budaya ini yaitu simbol cincin pernikahan. Pebedaan antara simbol-simbol dari kedua budaya tersebut yaitu tradisi pernikahan Skotlandia memiliki tradisi mencuci kaki, menghitamkan, puasa tangan, mencium pernikahan, menari ceilidh, alat musik bagpipe, bros luckyenbooth, cangkir quaich, kue pengantin, dan gaun pengantin, sedangkan di Gorontalo tidak memilikinya. Tradisi pernikahan Gorontalo memiliki mongakaji 'akad nikah', menyentuh dahi, tonggu dan kati 'uang adat', toyungo 'payung', limu bongo 'jeruk bali', nanati 'nenas', patodu 'tebu', langge 'nangka', tumula 'tunas kelapa', pakaian adat, luhuto 'pinang', gambele 'gambir', tembeh 'sirih', dan taba'a 'tembakau', sedangkan di Skotlandia tidak memilikinya. 

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

wicara

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya berfokus pada publikasi artikel penelitian sastra, bahasa, dan budaya. Fokus dan tujuan jurnal ini adalah menerbitkan tulisan analisis kritis dan teoritis terhadap segala objek penelitian kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan. Oleh karena itu, kami akan ...