ABSTRACT This paper discusses the relationship between self-awareness and the formation of social piety in contemporary Muslim societies facing moral and spiritual crises. This study uses a qualitative approach with a comparative interpretation method to examine QS. Ar-Ra'd verse 11 and QS. Al-Anfal verse 53. QS. Ar-Ra’d verse 11 emphasizes that collective change begins with individual change, while QS. Al-Anfal verse 53 reminds us that neglecting to preserve Allah’s blessings can result in their revocation. The research stages include: (1) determining the research object and key verses, (2) collecting primary sources in the form of three tafsir books (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Misbah) and 45 secondary literature obtained from Google Scholar, Sinta, and Garuda, and (3) descriptive-analytical analysis to identify the meaning of key terms, trace the interpretations of exegetes, and reflect them on current socio-cultural phenomena. The results of the study show that self-awareness is an important foundation for maintaining blessings, building social responsibility, and strengthening character education. This value needs to be integrated into the Islamic education curriculum to form a society with noble character and dignity. ABSTRAK Tulisan ini membahas keterkaitan antara self-awareness (kesadaran diri) dengan pembentukan kesalehan sosial dalam masyarakat Muslim kontemporer yang menghadapi krisis moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir muqaran (komparatif) untuk menelaah QS. Ar-Ra’d ayat 11 dan QS. Al-Anfal ayat 53. QS. Ar-Ra’d ayat 11 menegaskan bahwa perubahan kolektif dimulai dari perubahan individu, sedangkan QS. Al-Anfal ayat 53 mengingatkan bahwa kelalaian menjaga nikmat Allah dapat mengakibatkan pencabutannya. Tahapan penelitian meliputi: (1) penentuan objek kajian dan ayat kunci, (2) pengumpulan sumber primer berupa tiga kitab tafsir (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Misbah) dan 45 literatur sekunder yang diperoleh dari Google Scholar, Sinta, dan Garuda, serta (3) analisis deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi makna lafaz kunci, menelusuri penafsiran mufasir, dan merefleksikannya pada fenomena sosial-budaya saat ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-awareness menjadi fondasi penting dalam menjaga keberkahan, membangun tanggung jawab sosial, dan memperkuat pendidikan karakter. Nilai ini perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan agama Islam untuk membentuk masyarakat yang berakhlak mulia dan bermartabat.
Copyrights © 2025