ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jumlah mata pancing pada alat tangkap longline terhadap hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) melalui pendekatan tinjauan pustaka. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan dan dianalisis secara deskriptif untuk memahami hubungan antara jumlah mata pancing, efisiensi operasional, serta faktor lingkungan terhadap produktivitas tangkapan. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah mata pancing, khususnya hingga 1592 unit, secara signifikan meningkatkan hasil tangkapan dibandingkan jumlah yang lebih rendah. Namun demikian, penggunaan jumlah mata pancing yang berlebihan dapat menurunkan efisiensi dan meningkatkan risiko overfishing serta tangkapan sampingan (by-catch). Faktor-faktor lain seperti suhu, salinitas, arus laut, serta kemampuan operasional kapal turut memengaruhi keberhasilan penangkapan. Oleh karena itu, pengelolaan jumlah mata pancing harus mempertimbangkan aspek teknis, ekologis, dan keberlanjutan sumber daya ikan tuna. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dalam pengelolaan alat tangkap longline yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Kata kunci: longline, mata pancing, tuna sirip kuning, hasil tangkapan, keberlanjutan.
Copyrights © 2025