Al-Dhikra
Vol. 7 No. 1 (2025): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis

DIALEKTIKA NASAKH-MANSUKH: PERSPEKTIF TRADISIONAL JALALUDDIN AS-SUYUTHI VERSUS HERMENEUTIK-MODERN MUHAMMAD SYAHRUR

elkarimah, mia fitriah (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Sep 2025

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi dialektika konsep nasakh-mansukh melalui analisis komparatif pemikiran Muhammad Syahrur dan Jalaluddin As-Suyuthi, dua tokoh dengan pendekatan hermeneutik berbeda dalam memahami dinamika hukum Islam. Menggunakan metode kualitatif-komparatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian mendalami konstruksi epistemologis kedua pemikir dalam menafsirkan mekanisme nasakh dalam Al-Qur'an. Temuan penelitian mengungkapkan perbedaan fundamental: Syahrur mengajukan pendekatan revolusioner dengan menolak total konsep nasakh internal, menawarkan hermeneutika kontekstual yang memandang setiap ayat memiliki relevansi berkelanjutan sepanjang zaman. Sebaliknya, Suyuthi mempertahankan metodologi klasik dengan menerima nasakh sebagai mekanisme syariat, namun dengan pembatasan ketat, mengklasifikasikan nasakh dalam tiga kategori dan membatasi jumlah ayat mansukh hingga sekitar 20 ayat. Analisis mendalam mengungkap bahwa meskipun metodologi mereka berbeda, keduanya sama-sama bertujuan menjaga koherensi dan relevansi Al-Qur'an, mencerminkan dinamika intelektual yang kompleks dalam tradisi pemikiran Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman teks suci merupakan proses intelektual berkelanjutan yang membutuhkan keseimbangan antara kontekstualitas modern dan preservasi makna original, sekaligus menghadirkan ketegangan produktif antara tradisi dan pembaruan dalam kajian keislaman.   Kata Kunci: Nasakh-Mansukh, Hermeneutika, Imam al-Suyuthi, Syahrur.  

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

aldhikra

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis was first published by the Faculty of Ushuluddin of Institut PTIQ Jakarta in April 2016 and published twice within one year i.e April and October. So, it accepts submissions of manuscripts from any issues related to quranic and hadith studies. Editors accept ...