Gangguan jiwa merupakan salah satu isu kesehatan mental yang menjadi perhatian utama dunia saat ini. Perkembangan teknologi memungkinkan arus informasi yang diterima menjadi tidak terbendung, salah satunya tentang isu gangguan jiwa. Akan tetapi stigma gangguan jiwa masih dirasakan tinggi, termasuk pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan kesehatan melalui media video animasi berpengaruh terhadap stigma gangguan jiwa pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah 82 siswa dan siswi SMP dengan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Social Distance Scale untuk mengukur stigma mengenai gangguan jiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean pretest adalah 26,23 dengan SD ±3,72 dan nilai mean posttest sebesar 22, 54 dengan SD ±4,86. Uji paired t-test menunjukkan bahwa p value sebesar 0,001. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan video animasi secara signifikan bisa berpengaruh terhadap stigma gangguan jiwa pada remaja. Perawat jiwa dalam hal ini dapat menggunakan media yang lebih menarik seperti media video animasi dalam memberikan pemdidikan kesehatan pada remaja untuk mengurangi stigma gangguan jiwa
Copyrights © 2024