Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah dapur, khususnya kulit bawang merah, yang selama ini hanya dianggap sebagai sampah. Pengolahan kulit bawang merah menjadi pupuk organik cair dan pewarna alami diharapkan dapat memberikan manfaat ganda: mengurangi limbah serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan lingkungan. Pupuk organik cair yang dihasilkan dapat meningkatkan kesuburan tanah, sementara pewarna alami dapat digunakan dalam berbagai produk industri rumahan atau kerajinan. Melalui pendekatan sosialisasi dan pelatihan praktis, masyarakat diberikan pemahaman tentang cara-cara sederhana untuk mengolah limbah dapur tersebut dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan. Sebanyak 20 warga mengikuti sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah dapur menggunakan teknologi berkelanjutan di Balai Pertemuan Nagari Lubuk Karak, Dharmasraya. Pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan metode sederhana ini dievaluasi melalui praktik langsung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memiliki kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah dengan cara yang lebih produktif dan berkelanjutan. Selain itu, mereka juga memperoleh keterampilan baru yang dapat mendukung kegiatan pertanian lokal serta membuka peluang usaha kreatif berbasis produk alami. Secara keseluruhan, kegiatan ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di Nagari Lubuk Karak serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Copyrights © 2025