Abortus ditandai dengan perdarahan pada kehamilan trimester pertama. Perhatian dan penanganan yang serius dan berkesinambungan perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas Kesehatan reproduksi wanita Indonesia yang pada akhirnya dapat berkontribusi untuk menurunkan angka kematian ibu di Indonesia. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dengan kejadian abortus dari segi umur, paritas, pendidikan dan riwayat abortus sebelumnya. Metode Penelitian ini menggunakan jenis Deskriptif Restropekstif dengan melihat Rekam Medis pasien ibu hamil dengan Abortus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan Abortus di RSUD Sleman Yogyakarta ditahun 2023 sebanyak 67 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu Total Sampling dan didapatkan total sampling yaitu 67 ibu hamil dengan Abortus. Alat pengumpulan data menggunakan Rekam Medis. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian diperoleh kasus ibu hamil yang mengalami abortus berdasarkan umur adalah ibu yang berusia 20-35 tahun yaitu 41 orang (61,2%), menurut paritas adalah kelompok multipara 58 orang (86,6%), berdasarkan pendidikan terdapat 26 orang (38,8%) SMA, 27 orang (40,3%) Pendidikan tinggi. Berdasarkan riwayat abortus sebelumnya mayoritas (65,7%) mengalami abortus. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan analisis data diperoleh karakteristik ibu hamil dengan kejadian abortus dari segi umur mayoritas berusia 20-35 tahun, dari segi paritas ibu hamil dengan abortus rata-rata Multipara, dari segi Pendidikan terakhir ibu hamil dengan abortus rata-rata SMA dan Pendidikan Tinggi, dari segi Riwayat Abortus Sebelumnya ibu hamil dengan kejadian abortus rata-rata terjadi pada ibu dengan adanya Riwayat Abortus Sebelumnya. Saran dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan evalusi terhadap pelayanan kesehatan khususnya tenaga kesehatan dalam melaksanakan asuhan kepada pasien (ibu hamil) secara intensif dan diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi RSUD Sleman sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan RS seperti konseling persiapan kehamilan, melihat Riwayat abortus sebelumnya, melakukan deteksi dini kehamilan dan mengevaluasi jalur rujukan sehingga pasien dari puskesmas dapat mengakses lebih mudah.
Copyrights © 2025