Penelitian ini menganalisis hubungan antara kualitas pengelolaan aset tetap dan kinerja keuangan pemerintah provinsi. Urgensi mengenai tuntutan akuntabilitas dan transparansi, di mana aset tetap menjadi komponen krusial dalam laporan keuangan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif, menggunakan data sekunder dari laporan keuangan pemerintah provinsi dalam periode tertentu. Analisis regresi linear sederhana diterapkan untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kualitas pengelolaan aset tetap dengan kinerja keuangan pemerintah provinsi, dibuktikan dengan koefisien regresi 0,78 dan p-value di bawah 0,05. Temuan ini didukung oleh data bahwa provinsi dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Aset Daerah (BPKAD) terkait aset yang rendah memiliki rasio kemandirian keuangan rata-rata 75,3%, jauh lebih tinggi dari provinsi dengan temuan tinggi (42,1%). Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa perbaikan pada indikator kualitas pengelolaan aset tetap, seperti akurasi pencatatan dan optimalisasi pemanfaatan, secara langsung berkorelasi dengan peningkatan kinerja keuangan, yang terlihat dari rasio kemandirian dan efektivitas belanja. Temuan ini menegaskan bahwa investasi dalam perbaikan manajemen aset akan memberikan dampak positif pada akuntabilitas dan kinerja fiscal serta menjadikan kualitas pengelolaan aset tetap merupakan faktor penting dalam menentukan kinerja keuangan pemerintah daerah.
Copyrights © 2025