Permasalahan dalam menerapkan kepemimpinan kepala madrasah dan mengoptimalkan budaya organisasi terhadap kinerja tenaga pengajar seringkali terkait dengan kurangnya keterampilan manajerial dan komunikasi kepala madrasah yang efektif. Pemimpin yang tidak dapat menginspirasi dan memotivasi staf pengajar dapat menyebabkan moral yang rendah dan kurangnya inovasi dalam pengajaran. Selain itu, jika budaya organisasi tidak didukung oleh nilai-nilai positif seperti kolaborasi, integritas dan apresiasi terhadap prestasi, kinerja tenaga pengajar dapat terhambat. Visi dan misi yang tidak jelas, serta kurangnya dukungan dari kepemimpinan dalam pengembangan profesional, juga dapat menjadi faktor penghambat dalam mencapai kinerja yang optimal Kata Kunci: Kepemimpinan Kepala Madrasah, optimalisasi budaya organisasi, kinerja tenaga pendidik
Copyrights © 2024