Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) menjadi tantangan besar dalam pengendalian TB di Indonesia. Kota Palembang mencatat kasus TB RO tertinggi di Sumatera Selatan pada 2023 dengan 96 kasus dan tingkat keberhasilan pengobatan hanya 58,97%. Berdasarkan Perpres No. 67 Tahun 2021, komunitas memiliki peran penting dalam penanggulangan TB. Penelitian ini mengevaluasi program pendampingan pasien TB RO oleh Komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya melalui variabel efektifitas dan efisiensi menggunakan model William Dunn dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen dengan informan dari dinas kesehatan, pengelola program, pendamping pasien, dan pasien TB RO. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas program untuk cakupan investigasi kontak dan pendampingan telah mencapai 100%. Namun, hasil telaah dokumen menunjukkan bahwa tidak terdapat lampiran data yang dapat memastikan bahwa seluruh pasien telah diinvestigasi. Dari segi efisiensi, pemanfaatan SDM, dana, dan sarana sudah berjalan baik, meskipun jarak tempuh menjadi kendala. Layanan menjangkau daerah terpencil, namun hambatan geografis masih ada. Akses layanan sudah cukup merata, tetapi pasien monoresisten masih menghadapi kesenjangan. Responsivitas program dinilai baik, namun koordinasi dengan dinas kesehatan perlu ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi lintas sektor, perluasan akses layanan di wilayah terpencil, serta edukasi berbasis komunitas yang melibatkan penyintas untuk mengurangi stigma TB.
Copyrights © 2025