Palingga, Indah Fasha
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Program Pendampingan Pasien Tuberkulosis Resisten Obat Dalam Mencapai Keberhasilan Pengobatan di Komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya Kota Palembang Putri, Adisty Maharani; Munawarah, Siti Halimatul; Budi, Iwan Stia; Palingga, Indah Fasha
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i05.3911

Abstract

Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) menjadi tantangan besar dalam pengendalian TB di Indonesia. Kota Palembang mencatat kasus TB RO tertinggi di Sumatera Selatan pada 2023 dengan 96 kasus dan tingkat keberhasilan pengobatan hanya 58,97%. Berdasarkan Perpres No. 67 Tahun 2021, komunitas memiliki peran penting dalam penanggulangan TB. Penelitian ini mengevaluasi program pendampingan pasien TB RO oleh Komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya melalui variabel efektifitas dan efisiensi menggunakan model William Dunn dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen dengan informan dari dinas kesehatan, pengelola program, pendamping pasien, dan pasien TB RO. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas program untuk cakupan investigasi kontak dan pendampingan telah mencapai 100%. Namun, hasil telaah dokumen menunjukkan bahwa tidak terdapat lampiran data yang dapat memastikan bahwa seluruh pasien telah diinvestigasi. Dari segi efisiensi, pemanfaatan SDM, dana, dan sarana sudah berjalan baik, meskipun jarak tempuh menjadi kendala. Layanan menjangkau daerah terpencil, namun hambatan geografis masih ada. Akses layanan sudah cukup merata, tetapi pasien monoresisten masih menghadapi kesenjangan. Responsivitas program dinilai baik, namun koordinasi dengan dinas kesehatan perlu ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi lintas sektor, perluasan akses layanan di wilayah terpencil, serta edukasi berbasis komunitas yang melibatkan penyintas untuk mengurangi stigma TB.
Optimization of Infrastructure and Medical Equipment Application (ASPAK) at Bumi Arjo Health Center Using the HOT-Fit Model Afifah, Setria Nur; Siti, Siti Halimatul Munawarah; Budi, Iwan Stia; Palingga, Indah Fasha
Gaster Vol 24 No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v24i1.2089

Abstract

Background: Technology is vital in improving healthcare quality through effective management of facilities, infrastructure, and medical equipment via the ASPAK system. At Bumi Arjo Health Center, ASPAK performance reached only 41.52%, far below the national target of 60%, indicating the need for optimization. Objective: This study analyzed the optimization of ASPAK implementation at Bumi Arjo Health Center using the HOT-Fit framework (Human, Organization, Technology, and Environment). Method: A qualitative descriptive approach was applied to explore factors influencing ASPAK implementation. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and document review with six informants. Credibility was ensured through triangulation of sources, methods, and data. Analysis used content analysis aligned with HOT-Fit dimensions. Result: ASPAK optimization was influenced by several interrelated factors. In the human aspect, limited technical understanding and workload hindered data consistency. Organizationally, leadership supervision and role clarity were essential, though inter-unit coordination remained weak. Technological barriers included system errors, unstable networks, and limited supporting devices. Environmentally, weak cross-sector collaboration and inadequate external support constrained resources. Nevertheless, ASPAK improved documentation quality, data accuracy, and evidence-based planning. Conclusion: ASPAK optimization relies on leadership commitment, inter-sectoral collaboration, and strengthened digital capacity among users. Theoretically, this study refines the HOT-Fit model by highlighting environmental and policy dimensions, while practically providing recommendations to enhance digital health governance in Indonesia’s primary healthcare system.